Terbongkar Modus Korupsi KBS, Eks Dirut Rangkap 3 Jabatan Sekaligus

Terbongkar Modus Korupsi KBS, Eks Dirut Rangkap 3 Jabatan Sekaligus

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Jumat, 24 Jul 2026 18:15 WIB
Eks Dirut KBS Choirul Anwar tersangka korupsi pangan satwa Rp 10,2 miliar saat dikeler ke rutan Kejati Jatim
Eks Dirut KBS Choirul Anwar tersangka korupsi pangan satwa Rp 10,2 miliar saat dikeler ke rutan Kejati Jatim. (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Kejati Jatim membongkar modus korupsi dana operasional Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang diduga dilakukan eks Direktur Utama, Chairul Anwar. Ternyata, tersangka melakukan korupsi dengan mudah karena merangkap 3 jabatan strategis sekaligus.

Aspidsus Kejati Jatim I Gede Punia mengatakan bahwa berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, diketahui bahwa spesimen pengeluaran anggaran perusahaan oleh tersangka dimanipulasi sendiri oleh yang bersangkutan. Meski demikian dia menyebutkan tidak tertutup kemungkinan ada pihak lain yang membantu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi tersangka ini kan sebagai Direktur (Utama). Nah saat yang sama dia juga menjabat Direktur Operasional kemudian Direktur Keuangan. Jadi rangkap jabatan. Nah otomatis uang diambil, kemudian pertanggungjawabannya dibuat dan ternyata seolah-olah benar. Tapi kenyataannya pertanggungjawabannya fiktif," ujar Punia, Jumat (24/7/2026).

Punia menjelaskan tersangka juga lah yang menyetujui dan menandatangani semua berkas yang seharusnya bukan kewenangannya. Dengan begitu, ia bisa lebih leluasa untuk melakukan aksi korupsinya.

ADVERTISEMENT

"Ya karena uang itu tadi saya sampaikan, di saat yang bersamaan dia bisa Direktur Operasional, Direktur Keuangan," ujarnya.

Ketika disinggung temuan tersebut berawal dari mana, Punia bungkam. Ia menerangkan hal tersebut diketahui berawal dari laporan masyarakat. Pun ketika ditanya terkait kemungkinan Eks Walikota Surabaya hingga yang menjabat kali ini, Punia belum menjelaskan secara detail.

"Sumbernya laporan masyarakat. Nanti kami sampaikan, ya. Nanti pelan-pelan ya, Mas, nanti kami akan update lagi nanti perkembangannya, ya," tuturnya.



(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads