Upaya pencarian terhadap Erlan, pria yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kepolisian terkait dugaan kasus penipuan dan kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati hingga kini belum membuahkan hasil.
Satu bulan berlalu, keberadaan Erlan masih belum diketahui.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya mengatakan, hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan dari proses pencarian. Meski demikian, pihak kepolisian disebut terus memberikan informasi kepada keluarga bahwa upaya pengejaran masih berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama kurang lebih satu bulan pencarian, memang belum ada perkembangan berarti. Polisi tetap berkomunikasi dengan keluarga dan menyampaikan bahwa pencarian masih terus dilakukan," ujar Risang kepada detikJatim melalui telepon selulernya, Rabu (22/7/2026).
Menurut Risang, ada sejumlah faktor yang diduga membuat keberadaan Erlan sulit dilacak. Salah satunya kemungkinan tersangka sudah tidak lagi menggunakan telepon seluler yang pernah dipakai atau sengaja membuang perangkat komunikasinya agar tidak dapat ditelusuri.
Selain itu, pihak keluarga meyakini Erlan tidak bersembunyi seorang diri. Mereka menduga ada pihak yang membantu, baik dari lingkungan keluarga maupun jaringan yang diduga berkaitan dengannya.
"Dugaan kami, tidak mungkin seseorang bisa bertahan selama ini tanpa bantuan. Pasti ada yang memasok kebutuhan hidup sehari-hari. Kemungkinan yang membantu adalah keluarga atau rekan-rekannya," kata Risang.
Ia menambahkan, keluarga meyakini Erlan masih berada di wilayah Pulau Jawa. Dugaan itu didasarkan pada berbagai informasi yang berhasil dihimpun selama proses pencarian.
Sebelumnya, penelusuran telah dilakukan ke sejumlah daerah, mulai dari Jimbaran, Bali, Banyuwangi, Jakarta Selatan, hingga Tasikmalaya. Beberapa alamat yang pernah terdata, seperti di Makassar, Malang, dan Jimbaran, juga telah didatangi. Namun, seluruh upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Risang juga mengungkapkan bahwa nomor telepon yang pernah digunakan Erlan sempat kembali aktif. Namun setelah ditelusuri, nomor tersebut telah digunakan oleh perempuan lain yang tidak memiliki hubungan dengan Erlan.
"Diduga nomor itu sudah tidak lagi digunakan oleh yang bersangkutan. Kemungkinan telah diblokir operator lalu dijual kembali kepada pengguna baru," jelasnya.
Dalam perkara ini, Erlan diduga terlibat dalam sindikat penipuan dengan korban di berbagai daerah, mayoritas perempuan. Modus yang diduga dilakukan antara lain menjalin hubungan hingga menikahi korban sebelum akhirnya membawa kabur harta milik korban.
Karena itu, keluarga berharap aparat kepolisian segera meningkatkan status pencarian Erlan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) agar ruang gerak pelaku semakin sempit dan proses pengejaran dapat diperluas.
"Kami berharap kepolisian terus bekerja maksimal dan perkara ini tidak berhenti di tengah jalan. Keluarga korban ingin ada kepastian hukum serta pertanggungjawaban atas dugaan tindak pidana yang menyebabkan banyak korban mengalami kerugian, termasuk dalam perkara meninggalnya Ibu Ruli," pungkas Risang.
Seperti diberitakan, seorang wanita ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Toyota Kijang Innova berpelat merah yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Rabu (24/6/2026). Informasi yang dihimpun, ditemukan darah mengalir di sekitar mobil tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil tersebut diketahui telah masuk ke area parkir Terminal 1 Bandara Juanda sejak Sabtu (20/6/2026). Dari data parkir, kendaraan itu belum pernah keluar hingga akhirnya ditemukan seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia di dalamnya.
