Polisi terus mendalami sarana komunikasi yang digunakan oleh para pelaku pemerkosaan keji terhadap gadis berusia 15 tahun di Kabupaten Sampang. Berdasarkan hasil penyelidikan terbaru, para tersangka diketahui memiliki sebuah grup percakapan digital di aplikasi WhatsApp yang mereka namai "Teh Gembul".
Kapolres Sampang AKBP Hartono membenarkan bahwa komunikasi antar-tersangka terjalin dan tersambung melalui grup WhatsApp tersebut. Ia menegaskan wadah komunikasi itu memang sengaja dibuat oleh komplotan para pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang betul, mereka membuat grub. namanya Teh Gembul grub wa mereka ini." kata Hartono, Minggu (19/7/2026).
Meskipun saat ini grup bertajuk "Teh Gembul" itu sudah ditinggalkan oleh para anggotanya dan dalam kondisi tidak aktif, penyidik kepolisian tidak berhenti melakukan penelusuran guna mengusut tuntas keterlibatan seluruh pelaku yang ada di dalamnya.
"Soal grup WA itu tetap kami dalami, Saat ini kami fokus memburu para pelaku yang masih buron," tandas Hartono.
Kasus pemerkosaan massal yang mengguncang publik Madura ini menimpa seorang remaja perempuan berusia 15 tahun. Korban dilaporkan telah dirudapaksa secara bergiliran oleh 27 laki-laki yang didominasi usia remaja dan anak-anak.
Aksi bejat ini terungkap setelah pihak keluarga melapor ke Polres Sampang. Dari hasil pemeriksaan, tindakan keji tersebut telah terjadi sebanyak 6 kali sepanjang periode Februari hingga Juni 2026 yang tersebar di wilayah Kecamatan Sampang, Camplong, dan Omben.
Hingga saat ini, polisi baru mengamankan 13 orang pelaku di mana 9 di antaranya telah dilimpahkan ke kejaksaan. Sementara, 14 pelaku lainnya hingga saat ini masih diburu dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
