Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur berhasil membekuk dua kelompok begal yang kerap meresahkan masyarakat di berbagai daerah. Total sebanyak tujuh pelaku diamankan dari operasi yang berlangsung selama sepekan terakhir.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengungkapkan bahwa kedua kelompok ini biasa beraksi di wilayah Pasuruan hingga Jember dengan total sementara 10 Tempat Kejadian Perkara (TKP). Satu kelompok merupakan spesialis pencurian kendaraan roda empat, sedangkan satu kelompok lainnya menyasar roda dua.
"Dalam satu minggu ini, kami mengungkap dua kelompok di wilayah Pasuruan dan Jember. Yang terakhir kemarin kita tangkap itu spesialis roda empat di Jember. Kelompok lainnya kita ungkap di Pasuruan beranggotakan empat orang," ujar Jumhur di Mapolda Jatim, Rabu (15/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari ketujuh pelaku yang diamankan, satu orang di antaranya harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara. Pelaku tersebut mengalami luka serius setelah nekat melarikan diri dan terserempet mobil petugas saat proses penangkapan.
"Kelompok Pasuruan ini agak keras, ada perlawanan. Saat mencoba melarikan diri, pelaku terjatuh dan menabrak mobil petugas, sehingga harus dirawat karena luka yang cukup serius," jelas Jumhur.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, mayoritas pelaku merupakan residivis kasus kejahatan jalanan. Untuk kelompok roda dua, modus yang digunakan adalah berpatroli guna memantau situasi dan memanfaatkan kelengahan korban yang memarkir kendaraannya sembarangan.
Sementara itu, salah satu pelaku spesialis roda empat asal Jember diketahui merupakan residivis kambuhan yang sudah empat kali keluar-masuk penjara. Pelaku tersebut bahkan sempat buron dan ditangkap di daerah Ubud, Bali, saat menyamar sebagai buruh bangunan.
Usai melancarkan aksinya, para pelaku langsung melemparkan barang bukti kepada penadah yang berada di wilayah Probolinggo dan Pasuruan.
"Rata-rata residivis semua. Saat ini kami masih melakukan pengembangan lebih lanjut ke wilayah lain, termasuk memburu dua orang penadah yang berada di Probolinggo dan Pasuruan," pungkas Jumhur.
