Kapolres Sampang AKBP Hartono mengungkap fakta baru hasil penyidikan kasus dugaan pemerkosaan oleh 27 tersangka terhadap seorang gadis di Sampang. Polisi menemukan para pelaku sempat membuat sebuah grup WhatsApp yang diduga digunakan sebagai sarana komunikasi.
Keberadaan grup itu terungkap dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka yang telah ditangkap. Hartono menyebutkan bahwa grup itu dibuat oleh pelaku utama berinisial AP.
"Di situlah sempat terjadi membuat grup si AP ini. Ada grupnya," jelasnya dalam wawancara bersama detikJatim, Senin (13/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, setelah polisi mulai menangkap para pelaku, sebagian besar anggota grup itu sudah langsung keluar.
"Jadi ada grupnya, setelah salah satu pelaku ini ditangkap, mereka keluar dari grup. Ceritanya seperti itu," ungkapnya.
Menurut Hartono, keberadaan grup tersebut menjadi salah satu petunjuk yang membantu penyidik menelusuri keterlibatan pelaku lain hingga jumlah tersangka terus bertambah.
"Setelah kita tangkap dari lima orang ini, kita tangkap-tangkap, ketemu lah 12 orang ini. Setelah ini akhirnya mengembang lah, dari pengakuan para pelaku (total) tersangka ada 27 orang," ujarnya.
Sebelumnya, seorang remaja berusia 15 tahun menjadi korban dalam kasus dugaam pemerkosaan yang dilakukan 27 pria. Berdasarkan hasil penyidikan, aksi rudapaksa itu terjadi sebanyak enam kali dalam kurun Februari hingga Juni 2026.
"Yang paling tidak terpuji ini terjadi pada bulan Juni, dilakukan pukul 00.00 WIB sampai 03.00 WIB pagi, dilakukan (radupaksa) bersama 10 orang," imbuhnya.
Karena kejadian yang dialami korban itu, pada 29 Juni 2026, keluarga korban melapor ke Polres Sampang. Gerak cepat penyidik menetapkan 27 tersangka, dan 12 orang tersangka di antaranya berhasil diamankan dalam proses penangkapan secara bertahap.
"Setelah kejadian itu, kakek korban melaporkan ke Polres Sampang, dan keesokan harinya (Tim URC Satreskrim) mulai bergerak melakukan penagkapan tersangka," tandas Hartono.
