Ibu Muda yang Curi Buku-Tas Sekolah di Mojokerto Ternyata Sering Ngutil

Ibu Muda yang Curi Buku-Tas Sekolah di Mojokerto Ternyata Sering Ngutil

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Senin, 13 Jul 2026 22:00 WIB
Ibu di Mojokerto nekat mencuri buku dan tas di toko demi adiknya
Mediaasi kasus ibu di Mojokerto nekat mencuri buku dan tas di toko demi adiknya (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

ES (21) mengajak dua anak balita dan adik kandungnya mencuri buku tulis, tas sekolah dan parfum di toserba. Ibu muda asal Desa Mojowiryo, Kemlagi, Mojokerto ini ternyata sudah berulang kali mencuri di tempat lain.

Aksi pencurian ES di Twombas Store, Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi terbongkar dari rekaman CCTV toko. Ia mencuri dibantu adik kandungnya inisial FR, siswi kelas 7 SMP. Dalam aksinya kemarin siang, ES membawa 2 anaknya yang masih balita.

Karena ulah mereka mencuri buku tulis, parfum dan tas sekolah dari Twombas Store, ES dan FR dihadirkan di Polsek Kemlagi siang tadi. Kakak dan adik ini dipertemukan dengan pemilik toko, Eusudiro. Kepala Desa Mojowiryo, Taufik Abbas pun hadir sebagai saksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam forum mediasi ini, Taufik mengungkap perbuatan ES yang sudah berulang kali mencuri. Tidak hanya di Kecamatan Kemlagi, tapi juga di wilayah Jombang. Ia juga melampiaskan kelesalannya karena merasa gagal membina ES dan FR.

ADVERTISEMENT

"Mohon maaf pak, mungkin kalau jari saya untuk menghitung, sudah lebih dari 20 kali. Di Jombang saya ganti satu per satu kerugian korbannya. Suaminya saya bilang bukan suaminya karena dia tidak ada ikatan nikah. Dia (ES) saya ambil dari Jombang ke Mojowiryo karena ditolak warga Jombang. Hari ini saya marah kenapa, karena saya kecewa, kemarin saya gagal dengan ini (ES), sekarang gagal ini (FR)," kata Taufik saat mediasi, Senin (13/7/2026).

Menurut Taufik, ES dan FR juga kerap mencuri barang milik warga Desa Mojowiryo. Mulai dari tabung elpiji, cincin, hingga mi instan yang akan direbus pemiliknya. Padahal sebelumnya, warganya kerap membantu kebutuhan sekolah FR.

"Sebelumnya di desa kami, dia (FR) untuk sekolah, minta siapa pun dikasih. Namun, sekarang sudah tidak berani minta. Karena kemarin habis ambil cincin. FR pengalih perhatian, ES yang ambil. Hampir setiap hari kejadian, entah elpiji, mi baru mau dimasak ditaruh panci, ditinggal, hilang pak. Saya periksakan ke dokter barang kali klepto, ternyata tidak," ungkapnya.

ES mempunyai 2 anak balita dari suami berbeda. Sehari-hari, ia tinggal serumah dengan ayah dan adik perempuannya, FR. Saat ini, sang ayah yang menjadi tulang punggung keluarga dalam kondisi sakit.

Ibu muda ini pun mengakui perbuatannya yang kerap mencuri. "Sudah berkali-kali, cuma yang ketahuan sudah 4 kali ini," terangnya di Polsek Kemlagi.

ES mengaku terpaksa mencuri karena nafkah dari mantan suami maupun suami sirinya sangat minim. "Suami kalau ngasih uang tidak cukup, anak yang bayi minum susu formula, sudah beberapa minggu tidak saya kasih formula. Anak pertama dari bapaknya tidak pernah dikasih, 3 bulan sekali dikasih Rp 30.000," jelasnya.

Dibantu adik kandungnya, ES terakhir kali mencuri satu pak buku tulis, parfum dan tas sekolah di Toserba Twombas Store pada Minggu (12/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Ternyata buku, tas dan parfum itu dipakai adiknya, FR sekolah hari pertama duduk di bangku kelas 7 SMP.

Kini, ES menyesali perbuatannya. Ibu muda ini mengaku belum pernah menerima bantuan dari pemerintah.

"Iya saya sangat menyesal, memang saya orang tidak punya. Belum dapat bantuan, saya sudah punya KK. Yang dapat batuan orang tua dan adik, PKH," tandasnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads