Pembobolan SDN Brangkal, Sooko, Mojokerto diotaki Rian Anggara (44). Pria asal Kenjeran, Surabaya ini mengaku nekat mencuri demi membayar sekolah anaknya.
Rian mengaku mempunyai bisnis kusen pintu dan jendela aluminium. Ia menerima order dari konsumen pada Minggu (5/7) pagi. Namun, pesanan itu membuatnya harus memutar otak agar mendapatkan modal untuk belanja bahan baku.
Tidak hanya butuh modal sekitar Rp 700-800 ribu, Rian juga terdesak biaya daftar ulang 2 anaknya yang duduk di bangku kelas 1 dan 3 jenjang SD. Biaya sekolah anak-anaknya Rp 200 ribu untuk daftar ulang dan Rp 500 ribu untuk membeli buku. Sehingga ia nekat mencuri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Tujuan mencuri) Untuk modal memborong itu (kusen pintu dan jendela) sama anak saya daftar ulang," terangnya kepada wartawan di Polsek Sooko, Senin (6/7/2026).
Tak berani sendirian, Rian mengajak Rizal Zainudin (33), warga Sidotopo Wetan, Kenjeran, Surabaya. Karena Rizal biasa bekerja dengannya ketika menerima borongan kusen pintu dan jendela aluminium.
"Makanya dia (Rizal) saya ajak," ujarnya.
Rian dan Rizal pun bertolak dari Surabaya ke Mojokerto mengendarai sepeda motor milik adik Rizal, yakni Honda BeAT nopol L 3576 ZK. Keduanya mencari sasaran sekolah yang sepi karena jauh dari permukiman penduduk.
Pada Minggu (5/7) sekitar pukul 17.30 WIB, mereka akhirnya menyasar SDN Brangkal. Sekolah ini jauh dari permukiman penduduk dan letaknya di jalur arteri Surabaya-Madiun.
Saat itu, Rian masuk dengan merusak kunci ruangan kepala sekolah dan kantor guru. Sedangkan Rizal memantau situasi di depan sekolah.
"CCTV depan kantor guru saya tarik, saya buang di bawahnya. Karena takut terdeteksi," jelasnya.
Dalam aksinya, Rian hanya mendapatkan proyektor yang dibungkus tas hitam ketika mengacak-acak kantor guru. Ia sempat kecele sebab mengira tas tersebut berisi laptop. Begitu melompat keluar lewat pagar sekolah, ia ditangkap warga.
"Saya kira itu laptop karena tasnya ada tulisan HP dan tidak sempat saya buka," ungkapnya.
Rupanya warga Desa Brangkal sudah mengintai aksi Rian dan Rizal. Begitu berhasil menangkap kedua pelaku, warga yang geram langsung menghajar merema.
Pukulan dan tendangan warga bertubi-tubi mengenai tubuh kedua pelaku. Beruntung sejumlah anggota Polsek Sooko segera datang ke lokasi untuk mengevakuasi mereka dari amuk massa.
Sedangkan Rizal merupakan residivis yang sudah 2 kali dipenjara karena kasus narkoba. Yaitu di Polsek Gubeng, Surabaya dan di Madiun. Pemuda lajang ini nekat ikut mencuri karena diajak Rian.
"(Tujuan mencuri) Tidak buat apa-apa, buat jajan saja," tandasnya.
Saat ini, Rian dan Rizal menjalani pemeriksaan di Polsek Sooko. Penyelidikan kasus ini juga melibatkan Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto. Sebab polisi menyelidiki potensi TKP lain yang melibatkan kedua pelaku.
