Penyanyi dan DJ Icha Cahyani alias Icha Chellow dan Lian Samala alias Mala Agatha kembali dilaporkan ke polisi terkait lagu vulgarnya yang mengandung unsur pornografi. Kali ini, keduanya dilaporkan organisasi Yakuza Maneges ke Polresta Malang.
"Kehadiran kami, tim Yakuza Maneges untuk melaporkan secara resmi perilaku yang patut diduga tidak baik untuk dikonsumsi publik, yaitu terkait dengan dugaan pornografi," ujar tim hukum Yakuza Maneges Malang Raya, M Zakki kepada wartawan di Polresta Malang Kota, Senin (13/7/2026).
"Laporannya berkaitan dengan dugaan pornografi, salah satunya melalui video yang sudah beredar yang memuat pelesetan lagu. Menurut kami, tindakan tersebut kurang baik, tidak patut dicontoh, dan mengandung unsur pornografi. Untuk barang bukti saat ini, kami menyerahkan satu video tersebut," imbunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zakki menambahkan, bahwa laporan bersifat pengaduan masyarakat ini dengan Pasal 34 jounto Pasal 8, Pasal 36 jounto Pasal 10 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.
"Selain itu, kami juga menggunakan Pasal 407 dan Pasal 406 huruf A KUHP Pidana yang baru," imbuhnya.
Zakki memastikan, jika Yakuza Maneges nantinya akan mengawal penuh laporan yang dialamatkan kepada Icha bersama Mala tersebut.
Pihaknya juga menyakini jika penyidik Satreskrim Polresta Malang Kota bakal menangani perkara yang dilaporkan ini secara profesional.
"Saya bisa pastikan bahwa Yakuza Manages tidak ada kata ampun. Gas tanpa ampun, sesuai dengan tagline kami. Tidak ada kata damai. Kami akan memastikan proses hukum ini terus berjalan," katanya.
"Kami tidak main-main, tim kami sudah meluangkan waktu untuk datang ke sini. Saya percaya kawan-kawan kepolisian di Polresta Malang profesional dan bisa menjalankan kewajibannya dengan baik sesuai norma hukum yang berlaku," ucapnya.
Menurut Zakki, sosok Icha yang kini dilaporkan diketahui beberapa kali melakukan hal sama. Dengan begitu, Yakuza Maneges melihat bahwa Icha tidak memiliki kesadaran diri untuk berubah.
"Yang bersangkutan, yakni Icha Chellow sudah acap kali (sering) melakukan hal serupa. Ini menunjukkan bahwa dia tidak memiliki kesadaran diri terhadap sanksi moral yang muncul di masyarakat," tegasnya.
Dulu ada lagu seperti 'Tak Sodok-Sodok', sekarang katanya "Aku Siap Dizinahi". Kreativitas macam apa itu?. Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan karena bisa ditiru oleh anak-anak kita. Oleh karena itu, perilaku ini harus dihentikan," pungkas Zakki.
