Jejak Penipuan Erlan Terduga Pembunuh Sekdin PRKP Bangkalan Terbongkar

Round Up

Jejak Penipuan Erlan Terduga Pembunuh Sekdin PRKP Bangkalan Terbongkar

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Sabtu, 11 Jul 2026 10:00 WIB
Erlan, terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati
Erlan, terduga pembunuh Sekdin PRKP Bangkalan/Foto: Dok. Istimewa
Surabaya -

Penyelidikan kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, terus mengungkap fakta baru. Pria bernama Erlan yang diduga menjadi orang terakhir bersama korban kini tak hanya diburu polisi, tetapi juga disebut-sebut memiliki rekam jejak panjang sebagai pelaku dugaan penipuan berkedok asmara atau love scamming.

Sejumlah orang mengaku pernah menjadi korban Erlan, mulai dari pengusaha hingga perempuan yang diduga dijerat melalui hubungan asmara. Di sisi lain, tetangga lamanya di Dampit, Kabupaten Malang, mengaku belakangan banyak didatangi polisi maupun warga yang mencari keberadaan pria tersebut.

Informasi tersebut diungkapkan ARN, seorang pengusaha asal Bandung yang mengaku pernah menjadi korban penipuan finansial oleh Erlan. Menurutnya, Ruly bukan satu-satunya perempuan yang diduga masuk dalam jebakan asmara pria tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan sosok Erlan viral di media sosial, ARN mengaku menerima banyak pesan dari berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian dan orang-orang yang mengaku pernah menjadi korban.

ADVERTISEMENT

"Setelah video viral banyak yang kontak ke saya, baik dari Polda Jatim, Polresta Sidoarjo," ujar ARN saat dihubungi detikJatim, Kamis (9/7/2026).

Selain penyidik, ARN mengaku dihubungi seorang perempuan yang memiliki banyak pengikut di media sosial. Perempuan tersebut mengirimkan berbagai bukti yang menunjukkan dirinya juga menjadi korban dugaan love scamming oleh Erlan.

"Ada perempuan yang follower-nya banyak kontak saya, dia kirim bukti-bukti bahwa dia sudah menjadi korban penipuan love scamming oleh Pak Erlan," kata ARN.

Diduga Berpindah-pindah Mencari Korban

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan ARN, Erlan diduga terus berpindah kota setelah membawa kabur aset miliknya. Sebelum berkenalan dengan Ruly Yunis, pria tersebut disebut sempat berada di Malang dan kembali menjalin hubungan dengan perempuan lain.

"Setelah dari Bali itu ke Malang, kenal dulu sama orang lain. Baru kemudian dengan yang di Bangkalan itu," jelas ARN.

Dari pengalaman yang dialaminya, ARN menduga ada motif tertentu di balik kematian Ruly Yunis. Meski demikian, dugaan tersebut masih merupakan pandangan pribadi ARN dan belum menjadi kesimpulan penyidik.

"Menurut saya kenapa sampai membunuh mungkin gelap mata aja, kelepasan mungkin. Mungkin karena korban sadar ditipu atau gimana makanya gelap mata. Dan saya menduga love scamming sih, karena sebelum ada kejadian viral ini ada korban lain," tutur ARN.

Membangun Citra untuk Mendapat Kepercayaan

ARN menceritakan, saat tinggal bersama di sebuah rumah kos di Jakarta Pusat, Erlan dikenal piawai membangun citra sebagai sosok yang dermawan dan berpengaruh.

Ia kerap membagikan makanan, minuman, hingga rokok kepada petugas keamanan dan kebersihan. Erlan juga disebut mengajak ARN bertemu sejumlah pengacara dan notaris ternama di Jakarta, bahkan berkunjung ke sebuah pondok pesantren di Tasikmalaya, sehingga membuatnya tampak memiliki relasi luas.

"Karena itulah saya percaya, dan saya berpikir saya harus membantu Pak Erlan ini," cetus ARN.

Kepercayaan tersebut kemudian dimanfaatkan Erlan untuk meminjam uang dengan alasan menebus tanah di Bali. ARN mengaku mengalami kerugian hingga Rp 144 juta.

Menurut ARN, saat berada di Bali, Erlan juga sempat memberikan informasi berbeda kepada seorang pengacara sebelum akhirnya kabur dari hotel pada malam hari dengan membawa uang tunai, uang hasil transfer, serta sebuah iPhone 13 milik ARN.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur sebelumnya memastikan seluruh personel Jatanras bersama Polresta Sidoarjo terus melakukan pengejaran terhadap Erlan.

Menurutnya, pria tersebut dikenal licin karena kerap berpindah-pindah lokasi persembunyian sehingga menyulitkan proses pencarian.

Tetangga Lama Mengaku Banyak Orang Mencari Erlan

Di sisi lain, jejak Erlan juga ditelusuri hingga ke tempat tinggal lamanya di Jalan Semeru Selatan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Ketua RT 06, Hanafi, mengaku banyak didatangi orang yang menanyakan keberadaan Erlan setelah fotonya ramai beredar di media sosial menyusul kematian Ruly Yunis.

"Beberapa hari banyak yang mencari, setelah Erlan muncul fotonya karena kasus di Juanda itu," ungkap Ketua RT 06, Hanafi kepada detikJatim, Rabu (8/7/2026).

Awalnya Hanafi mengira semua orang datang karena kasus kematian Ruly Yunis. Namun, belakangan ia mengetahui sebagian pencari mengaku menjadi korban dugaan penipuan.

"Ada warga Pasuruan mencari Erlan, katanya mobil Pajeronya dibawa sampai sekarang belum dikembalikan," ujar Hanafi.

Selain warga, aparat kepolisian juga beberapa kali mendatangi lingkungan tersebut untuk menggali informasi mengenai Erlan. "Banyak polisi juga datang dan tanya soal Erlan," tuturnya.

Namun, Hanafi menjelaskan Erlan sudah lama tidak tinggal di kawasan tersebut sejak bercerai dengan istrinya sekitar 2021.

"Sudah bercerai sekitar tahun 2021 lalu, menikah dan tinggal di sini sekitar 7 tahunan. Nggak sampai 10 tahun," katanya.

Selama tinggal di lingkungan itu, Hanafi mengaku tidak mengetahui pekerjaan Erlan karena yang bersangkutan dikenal tertutup.

"Bersama mantan istrinya dulu cenderung tertutup. Saya hanya pernah tahunya Erlan sering olahraga pagi, setelah itu kayaknya banyak di rumah. Kerjanya apa, kami tidak tahu," tegasnya.

Kronologi Kasus Sekdin Bangkalan

Ruly Yunis Setiawati ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas Toyota Kijang Innova berpelat merah yang terparkir di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, pada Rabu (24/6/2026).

Berdasarkan data parkir, kendaraan tersebut telah masuk ke area parkir sejak Sabtu (20/6/2026) dan tidak pernah keluar hingga akhirnya korban ditemukan meninggal dunia di dalam mobil.

Hasil pemeriksaan CCTV kemudian mengungkap bahwa Ruly tidak mengemudikan mobil sendiri saat memasuki kawasan bandara. Mobil dinas itu dikendarai seorang laki-laki yang terekam jelas kamera pengawas.

Belakangan, berdasarkan informasi yang dihimpun kuasa hukum keluarga korban, pria tersebut diduga adalah Erlan yang sebelumnya pernah tinggal di Kabupaten Malang.

Hingga kini, polisi masih terus memburu Erlan untuk mengungkap secara terang penyebab kematian Ruly Yunis Setiawati sekaligus mendalami dugaan keterlibatannya dalam sejumlah kasus penipuan yang dilaporkan para korban.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Rombongan Kloter Pertama Haji Embarkasi Surabaya Tiba di Tanah Air"
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads