Gegara Barcode BBM, Pria Ini Tampar Wanita Petugas SPBU di Malang

Round Up

Gegara Barcode BBM, Pria Ini Tampar Wanita Petugas SPBU di Malang

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Minggu, 28 Jun 2026 07:00 WIB
Wanita petugas SPBU di Malang jadi korban penganiayaan konsumen
Wanita petugas SPBU di Malang jadi korban penganiayaan konsumen/Foto: Tangkapan layar
Malang -

Rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan penganiayaan terhadap seorang petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, viral di media sosial. Video tersebut memicu kemarahan warganet setelah memperlihatkan seorang konsumen diduga melakukan tindakan kasar terhadap petugas perempuan saat proses pengisian bahan bakar.

Peristiwa yang terjadi di SPBU Jalan Raya Talok, Kecamatan Turen, pada Kamis (25/6/2026) malam itu diduga bermula dari persoalan barcode pembelian BBM. Insiden tersebut kini telah ditangani aparat kepolisian setelah laporan masyarakat masuk ke Polres Malang.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang petugas SPBU perempuan terlibat adu mulut dengan seorang konsumen yang datang menggunakan mobil Suzuki Carry berwarna hijau. Situasi kemudian memanas hingga memicu dugaan tindakan penganiayaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat hendak melakukan pengisian BBM, konsumen diketahui menunjukkan dua barcode kepada petugas.

ADVERTISEMENT

Salah satu barcode yang diperlihatkan disebut tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan yang digunakan. Kondisi tersebut membuat petugas SPBU menolak barcode tersebut dan meminta konsumen menunjukkan kode QR yang sesuai dengan identitas kendaraan.

Setelah barcode yang sesuai ditunjukkan, proses pengisian bahan bakar akhirnya dilakukan. Namun, saat pengisian berlangsung, kapasitas tangki kendaraan diketahui telah penuh sebelum nominal pembelian yang diinginkan tercapai.

Kondisi tersebut kemudian memicu ketegangan antara petugas dan konsumen. Pelapor dalam aduan yang beredar menjelaskan bahwa konsumen tetap memprotes meskipun pengisian dihentikan karena tangki kendaraan telah penuh.

"Setelah pengisian tidak sampai nominal yang diminta karena tangki sudah penuh dan sempat tumpah, pelanggan masih memprotes," ujar pelapor dalam aduannya seperti dilihat detikJatim, Sabtu (27/6/2026).

Dalam rekaman CCTV, pria paruh baya yang diduga sebagai konsumen terlihat menunjuk-nunjukkan tangan ke arah petugas perempuan. Aksi tersebut menjadi perhatian warganet setelah video diunggah di berbagai platform media sosial.

Tak lama kemudian, pria tersebut diduga menepuk bagian tubuh petugas SPBU. Insiden itu memicu petugas lain untuk datang dan berusaha melerai pertikaian yang terjadi di area pengisian bahan bakar.

Video berdurasi singkat tersebut dengan cepat menyebar di media sosial. Banyak pengguna internet mengecam tindakan yang diduga dilakukan konsumen dan meminta aparat penegak hukum segera mengambil langkah.

Sejumlah warganet juga menyampaikan dukungan kepada petugas SPBU yang terlibat dalam insiden tersebut. Mereka menilai petugas hanya menjalankan prosedur sesuai ketentuan dalam penggunaan barcode pembelian BBM.

Polisi menyebut peristiwa tersebut berakhir dengan perdamaian. Kasi Humas Polres Malang AKP Budiono mengatakan, Polsek Turen sudah turun ke lapangan untuk melakukan penanganan atas dugaan adanya kekerasan terhadap petugas SPBU tersebut.

"Sudah dilakukan penanganan oleh Polsek Turen," kata Budiono saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6/2026).

Gerak cepat aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan berdasarkan pengaduan dari masyarakat pada Jumat (26/6/2026), atau sehari pasca kejadian. Petugas juga meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Adanya proses penanganan ini juga diunggah oleh akun Instagram resmi Polsek Turen.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, penganiayaan terjadi saat pelaku mengisi BBM jenis premium dan ada kesalahan barcode. Sehingga operator SPBU tidak mau melayani dan timbul cekcok. Kemudian pelaku menampar operator SPBU sebanyak 1 kali pada bagian pipi kiri.

Dalam penyelidikan itu, petugas berhasil mengidentifikasi terduga pelaku yang diketahui berinisial YH warga Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Unit Reskrim Polsek Turen kemudian memanggil terduga pelaku dan menghadirkan kepala desa untuk dilakukan mediasi bersama korban.

Dari hasil mediasi dengan di fasilitasi oleh unit Reskrim Polsek Turen, pelapor dan pelaku kemudian sepakat menyelesaikan perkara tersebut secara kekeluargaan.

"Sudah dilakukan mediasi oleh Polsek Turen dan kedua belah pihak sepakat damai," pungkas Budiono.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads