Sosok Ki Sodolanang Pemimpin Padepokan Sidoarjo Cabuli Anak di Mata Warga

Sosok Ki Sodolanang Pemimpin Padepokan Sidoarjo Cabuli Anak di Mata Warga

Suparno - detikJatim
Kamis, 18 Jun 2026 14:30 WIB
Penampakan padepokan pimpinan Ki Sodolanang. Ki Sodolanang saat ini menjadi tersangka pencabulan terhadap anak.
Penampakan padepokan pimpinan Ki Sodolanang. Ki Sodolanang saat ini menjadi tersangka pencabulan terhadap anak. (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Pemimpin sebuah padepokan di Kelurahan Sidokare, Kecamatan Sidoarjo berinisial K yang dikenal dengan panggilan Ki Sodolanang ditetapkan tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Warga mengaku terkejut dengan penetapan tersangka ini.

Ketua RT setempat, Samsul Junaidi mengatakan selama lebih dari 15 tahun tinggal di lingkungan itu sosok Ki Sodolanang dikenal sebagai pengobat tradisional yang cukup aktif membantu kegiatan sosial kemasyarakatan.

"Yang bersangkutan sudah tinggal di sini lebih dari 15 tahun. Selama ini dikenal sebagai pengobat tradisional dan banyak membantu lingkungan, mulai kegiatan RT, RW sampai masjid," kata Samsul kepada detikJatim di balai Kelurahan, Rabu (18/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Samsul, aktivitas padepokan itu cukup ramai dikunjungi masyarakat terutama di malam Jumat. Namun sebagian besar tamu yang datang berasal dari luar lingkungan setempat.

"Kalau malam Jumat memang ramai. Pengunjungnya kebanyakan dari luar daerah, bukan warga sekitar sini. Jadi aktivitas di dalam juga tidak banyak diketahui warga," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, warga sekitar tak pernah tahu adanya dugaan tindak pidana yang kini tengah ditangani polisi. Informasi itu justru diketahui dari pemberitaan di media massa dan media sosial.

"Kami tahunya dari luar, dari media sosial dan berita yang beredar. Sebelumnya tidak ada laporan atau keluhan dari warga sekitar," ungkapnya.

Samsul juga menyebut rumah yang ditempati tersangka berstatus kontrak jangka panjang. Di lokasi itu ada 2 bangunan, satu digunakan sebagai tempat tinggal dan aktivitas pengobatan, sedangkan 1 bangunan lain dalam kondisi kosong.

Belakangan, kata Samsul, aktivitas di lokasi itu terpantau berhenti. Rumah yang biasanya ramai dikunjungi oleh masyarakat terlihat kosong.

"Sudah lebih dari seminggu ini sepi. Informasinya yang bersangkutan sedang dirawat di rumah sakit, tetapi kami tidak tahu rumah sakit mana dan sakit apa," jelasnya.

Meski demikian, Samsul menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Ia berharap penyidik dapat mengusut kasus tersebut secara transparan dan profesional.

"Kami mendukung proses hukum berjalan sesuai aturan. Kalau memang sudah menjadi ranah kepolisian, biar diproses secara terbuka dan tuntas," tegasnya.

Kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang menyeret pimpinan padepokan ini masih ditangani aparat kepolisian. Informasi yang dihimpun detikJatim, tersangka sudah dipanggil penyidik tetapi belum memenuhi panggilan.



(auh/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads