Terungkap! Pembunuh Choiriyah di Jombang Ternyata Kakak Kandungnya

Terungkap! Pembunuh Choiriyah di Jombang Ternyata Kakak Kandungnya

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Selasa, 16 Jun 2026 09:05 WIB
Kakak kandung pembunuh Choiriyah di Jombang saat diperiksa penyidik
Kakak kandung pembunuh Choiriyah di Jombang saat diperiksa penyidik/Foto: Dokumen Satreskrim Polres Jombang
Jombang -

Misteri kematian Choiriyah (47), perempuan tunagrahita di Jombang akhirnya terungkap. Polisi menetapkan kakak kandungnya, Suparni (61) sebagai tersangka penganiayaan hingga menewaskan korban.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander menuturkan, Tim Resmob menjemput Suparni di rumahnya pada Minggu (14/6) untuk diperiksa. Hari yang sama, pihaknya menggelar ekshumasi dan autopsi jenazah Choiriyah di Makam Islam Dusun Pajaran.

Sejak dijemput polisi untuk diperiksa di kantor Satreskrim Polres Jombang, Suparni lebih banyak diam. Buruh masak ini mengaku sakit sampai tidak mampu berjalan. Sehingga harus duduk di kursi roda selama pemeriksaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah kami lakukan pemeriksaan kesehatan, menunjukkan tanda-tanda fisik (Suparni) normal. Untuk kemudian akan didampingi dokter psikiater," terangnya kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).

ADVERTISEMENT

Tidak hanya itu, lanjut Dimas, pihaknya juga telah mengumpulkan bukti-bukti dari kos di Dusun Jogoroto, Desa/Kecamatan Jogoroto, Jombang. Di kamar kos itulah Suparni diduga memukuli adik kandungnya hingga tewas.

Dari olah TKP di kos tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti. Salah satunya tongkat sapu yang digunakan Suparni menganiaya Choiriyah. Penyidik juga memeriksa 2 tetangga kos korban sebagai saksi.

"Kami kemarin (15/6) sudah melaksanakan gelar perkara, kakak kandung korban sudah kami tetapkan sebagai tersangka," tegasnya.

Saat ini, Suparni ditahan di Rutan Polres Jombang. Warga Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan, Jombang ini dijerat dengan Pasal 466 Ayat (3) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. "Dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara," tandas Dimas.

Sebelumnya, makam Choiriyah di Makam Islam Pajaran diekshumasi pada Minggu (14/6) sekitar pukul 13.00-15.30 WIB. Karena Choiriyah diduga tewas dianiaya kakak kandungnya sendiri, Suparni (61).

Choiriyah hidup bersama Suparni di kos Dusun Jogoroto, Desa/Kecamatan Jogoroto, Jombang sekitar 2 minggu terakhir. Sehari-hari, Suparni bekerja menjadi buruh masak. Sedangkan Choiriyah tidak bekerja karena mengidap keterbelakangan mental atau tunagrahita.

Dugaan pembunuhan di kos ini terjadi pada Jumat (12/6) sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut tetangga kos mereka, Suparni diduga memukuli adik kandungnya dengan tangan kosong, memakai tongkat sapu, ulekan, dibenturkan ke dinding, serta dicelupkan ke kamar mandi.

Ketika Choiriyah sudah tak bernyawa, Suparni meminta tolong tetangga kosnya. Ia berdalih kalau adiknya terjatuh di kamar mandi. Sore di hari yang sama, jenazah korban dibawa ke rumah duka, lalu dimakamkan di Makam Islam Dusun Pajaran.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads