Kondisi atlet perempuan yang diduga dilecehkan JL, pelatih sekaligus mantan pengurus Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Surabaya terkini diungkap keluarganya.
Ayah korban, J mengatakan kondisi anaknya kini lebih banyak diam. Tak hanya itu, korban juga sekarang enggan menembak. Apalagi melihat peralatan menembak.
"Nggak (latihan lagi). Lihat lapangannya sudah trauma, apalagi di rumah buka unitnya, setiap hari ngelap, sekarang sudah nggak mau megang lagi. Karena di situ awal kehancuran anak saya. Trauma dengan olahraga menembak," kata J, kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, lanjut J, anaknya terbilang masih kuat. Saat ini anaknya tengah fokus masuk pendaftaran masuk SMA.
J mengaku kecewa saat tahu anaknya jadi korban pelecehan. Padahal anaknya telah tekun mendalami olahraga tembak dan telah dipersiapkan menjadi atlet menuju pra PON dan Porporv 2027 di Perbakin Surabaya.
"Kurang lebih dua tahun anak menembak di situ (Perbakin)," tandasnya.
Sebelumnya, seorang pelatih sekaligus pengurus di Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Surabaya diduga melakukan pelecehan dan kekerasan seksual. Korbannya yakni atlet yang masih di bawah umur.
Kabar ini mencuat setelah akun Instagram @viralforjusticecom mengunggah kronologi dugaan aksi bejat itu beserta bukti tulisan tangan yang diduga milik korban. Berdasarkan catatan harian korban, aksi pelecehan itu bermula dari modus hukuman fisik yang dialihkan menjadi tindakan fisik yang menjurus ke arah seksual.
(auh/abq)
