Makin Sadis Jambret di Surabaya hingga Tewaskan Seorang PNS

Round Up

Makin Sadis Jambret di Surabaya hingga Tewaskan Seorang PNS

Amir Baihaqi - detikJatim
Senin, 08 Jun 2026 09:00 WIB
Perempuan ASN di Surabaya menjadi korban jambret di Jalan Kusuma Bangsa. Korban meninggal usai dirawat 4 hari di RSU dr Soetomo.
ASN perempuan di Surabaya menjadi korban jambret di Jalan Kusuma Bangsa. Korban meninggal usai dirawat 4 hari di RSU dr Soetomo. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Seorang perempuan Aparatur Sipil Negara (ASN) meninggal akibat dijambret di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya. Nyawanya tidak tertolong meski telah mendapatkan perawatan intensif beberapa hari di rumah sakit.

Data yang didapat detikJatim, perempuan itu bernama Widya Riskyanti (28). Diketahui, Widya sehari-hari bekerja sebagai seorang staf di salah satu kantor pertanahan atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Surabaya.

Widya ditemukan tergeletak di Jalan Kusuma Bangsa atau tepatnya di belakang Grand City Mal Surabaya dengan masih menggunakan batik Korpri pada Selasa (2/6). Dia dinyatakan meninggal pada Jumat (5/6) sore usai menjalani perawatan selama 4 hari di RSU Dr Soetomo Surabaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat kejadian sekitar pukul 17.35 WIB, petugas BPBD Surabaya datang ke lokasi usai mendapat laporan melalui Command Center 112 Surabaya. Setibanya di lokasi para petugas langsung memberikan pertolongan.

ADVERTISEMENT

Selain masih mengenakan baju dinas Korpri, Widya ditemukan juga mengenakan jaket putih, celana panjang kain warna hitam, dan kerudung hitam. Petugas tidak menemukan identitas di tubuh korban karena di lokasi hanya tersisa tali tas yang putus dan motor Honda Beat milik korban.

Berkat koordinasi Command Center 112, Kepolisian, dan Satpol PP serta relawan, korban akhirnya teridentifikasi dan pihak keluarga korban berhasil dihubungi.

Ibu korban, Isnaini Budiarti menyatakan dia mendapat kabar dari tetangganya bahwa putrinya mengalami kecelakaan usai jadi korban jambret. Ia mendapat informasi itu saat sedang berada di Rusun Indrapura pada Selasa (2/6) malam.

Isnaini langsung mengonfirmasi kabar itu dengan mendatangi RSU Dr Soetomo. Dia begitu terkejut mendapati kondisi putrinya yang sudah dalam keadaan kritis dan perlu mendapatkan perawatan intensif.

"Luka bagian kepala paling banyak, (saat ditemukan) tergeletak, helm copot," kata Isnaini, Senin (7/6/2026).

Sebelum mendapat kabar putrinya kecelakaan, Isnaini mengaku sempat cemas. Sebab, hingga pukul 18.00 WIB, Widya tak kunjung pulang. Pesan dan panggilan WhatsApp ke nomor putrinya juga tidak direspons.

Wanita berusia 53 tahun itu menjelaskan, peristiwa penjambretan itu terjadi saat korban sedang perjalanan pulang kerja naik motor melintas di Jalan Kusuma Bangsa pada Selasa sore.

Di tengah perjalanan itulah saat melintas di belakang Grand City Mal Surabaya, putrinya diduga dijambret. Saat itu putrinya terjatuh dari motor dan ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di TKP.

"Kejadiannya (penjambretan) saat pulang kerja. Benda yang diambil tas isinya barang-barang ponsel dan dompet," ujarnya.

Widya sempat dirawat di RSU Dr Soetomo Surabaya sejak Selasa malam setelah kejadian. Widya juga sempat menjalani operasi pada hari pertama dirawat.

Namun, kondisi Widya tak kunjung membaik dan semakin kritis hingga akhirnya dinyatakan meninggal pada Jumat (5/6).

"Dirawat mulai Selasa (2/6/2026), Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB meninggal," tuturnya.



(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads