Keluarga Murtafia Rafika Devi (34) yang tewas dihabisi suaminya, Ahmad Rizky Hidayaturrahman (32) buka suara. Mereka mengaku tak ikhlas dengan aksi keji tersangka.
"Saya gak ikhlas," kata adik korban, Hariza Dinina Belinda di RSUD Abdoer Rahem Situbondo, Minggu (7/6/2026).
Belinda menyebut sebelum ditemukan tewas, kakaknya selama beberapa beberapa bulan tinggal di rumah orang tuanya Desa Blitok, Kecamatan Bungatan. Ia menduga kakaknya dihabisi kakak iparnya saat bertemu di luar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah dua bulan tinggal di rumah bapak, tapi gak tahu di luar masih ketemu atau enggak. Karena kalau pamitnya cuma pamit kerja," katanya.
Selama tinggal di rumah orang tuanya, Belinda sempajt berpesan kepada dirinya agar dirinya tidak dapat suami seperti tersangka.
"Almarhumah sempat menyampaikan, semoga kamu tidak dapat suami seperti mbak," ujarnya, sembari meneteskan air mata.
Sementara itu, bibi korban, Sunarsih (50) menjelaskan bahwa tersangka dan keponakannya memang kerap cekcok. Pemicunya tersangka kerap cemburu buta kepada siapapun.
"Orangnya (tersangka) pencemburu, tapi cemburunya cemburu buta. Kalau ada nomor HP yang baru itu pasti dilacak. Termasuk menantu saya yang juga kerja di RSUD itu dicemburui juga," ungkap Sunarsih.
Sebelumnya, warga Desa Kalianget, Banyuglugur digemparkan temuan jenazah perempuan di dalam selokan atau drainase. Korban diduga merupakan korban pembunuhan.
Perempuan muda itu diketahui bernama Murtafia Rafika Devi (34), warga Kecamatan/Desa Besuki. Korban sehari-hari berprofesi sebagai bidan di RSUD Besuki, Situbondo.
"Benar. Ditemukan tadi malam di sebuah drainase," ungkap Kapolsek Banyuglugur, AKP Teguh Santoso, kepada detikJatim, Minggu (7/6/2026).
(ihc/abq)
