Murtafia Rafika Devi (34) ditemukan tewas di selokan Desa Kalianget, Banyuglugur, Situbondo. Bidan RSUD Besuki itu sempat curhat kepada adiknya sebelum diduga dibunuh suaminya.
Adik korban, Hariza Dinina Belinda mengatakan sebelum ditemukan meninggal, kakaknya sudah tinggal di rumah orang tuanya selama beberapa hari.
"Sudah dua bulan tinggal di rumah bapak, tapi gak tau di luar masih ketemu atau enggak. Karena kalau pamitnya cuma pamit kerja," kata Belinda, Minggu (7/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama tinggal di rumah orang tuanya itu, korban sempat berpesan agar tak menikah dengan pria yang wataknya seperti kakak iparnya.
"Almarhumah sempat menyampaikan, semoga kamu tidak dapat suami seperti mbak," ujarnya sembari meneteskan air mata.
Sunarsih (50), bibi korban membeberkan bahwa suami korban tersebut merupakan sosok pencemburu. Ia bahkan membeberkan bahwa suaminya juga kerap memeriksa nomor baru di HP istrinya.
"Orangnya pencemburu, tapi cemburunya cemburu buta. Kalau ada nomor HP yang baru itu pasti dilacak. Termasuk menantu saya yang juga kerja di RSUD itu dicemburui juga," ujar Sunarsih.
Sebelumnya, warga Desa Kalianget, Banyuglugur digemparkan temuan jenazah perempuan di dalam selokan atau drainase. Korban diduga merupakan korban pembunuhan.
Perempuan muda itu diketahui bernama Murtafia Rafika Devi (34), warga Kecamatan/Desa Besuki. Korban sehari-hari berprofesi sebagai bidan di RSUD Besuki, Situbondo.
"Benar. Ditemukan tadi malam di sebuah drainase," ungkap Kapolsek Banyuglugur, AKP Teguh Santoso, kepada detikJatim, Minggu (7/6/2026).
