Traffic Light atau lampu lalu lintas di Simpang Empat, Jalan Karang Tembok, Surabaya padam pada 10 Mei 2026 karena salah satu perangkat traffic light (TL) itu dicuri. Kini pencuri perangkat TL itu telah dibekuk.
Kapolsek Semampir Kompol Herry Iswanto mengatakan kasus itu terungkap usai petugas Sentral Informasi dan Traffic System (SITS) Dinas Perhubungan Kota Surabaya menerima sinyal alarm dari perangkat traffic light saat bertugas. Petugas kemudian melakukan pengecekan ke lokasi dan mendapati boks panel traffic light dalam kondisi terbuka.
Usai diperiksa, barulah diketahui bahwa penyebab matinya TL lantaran salah satu komponen penting di dalam panel raib, diduga dicuri orang. Lantas, polisi melakukan serangkaian penyelidikan.
"Kami menerima laporan terkait hilangnya komponen traffic light tersebut dan langsung melakukan penyelidikan," ujar Kompol Herry Iswanto dalam keterangannya, Kamis (3/6/2026).
Pelaku pun diamankan. Diketahui pelaku pencurian adalah pemuda berinisial DAF. Lelaki berusia 23 tahun, warga Wonokusumo Jaya Surabaya.
Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar lokasi, Herry menjelaskan personelnya mengidentifikasi seorang pria yang terekam berada di dekat boks panel traffic light. Saat itu pria itu tampak mengenakan kaus hijau dan sarung.
Berbekal identitas yang dikantongi, petugas melakukan serangkaian penyelidikan. Saat diketahui keberadaannya, DAF langsung dibekuk saat sedang berada di rumahnya, Wonokusumo Jaya Surabaya.
"Tersangka kami amankan di rumahnya. Saat ini yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan untuk proses hukum lebih lanjut," ujarnya.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan padamnya traffic light di Simpang Empat Jalan Karang Tembok sempat viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, tampak isi boks dalam kondisi acak-acakan. Perangkat penting seperti signaling devices hingga fitur hitungan mundur (countdown) hilang tak bersisa.
Kabid Lalin Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Beta Ramadhani, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut aksi pencurian ini diduga terjadi pada Jumat (8/5) atau Sabtu (9/5) dini hari. Gangguan ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di kawasan itu terganggu sebelum akhirnya dilakukan perbaikan oleh petugas terkait.
"Betul, kejadiannya sekitar dua hari yang lalu. Tim baru mengetahui saat lampu padam dan langsung cek ke lapangan. Ternyata kondisi boks sudah dirusak sedemikian rupa, kabel diputus, dan beberapa komponen hilang," kata Ramadhani kepada detikJatim, Senin (11/5).
Ironisnya, aksi pencurian di lokasi yang sama ini bukan pertama kalinya terjadi. Ramadhani mengungkapkan bahwa ini merupakan kejadian ketiga kalinya dalam waktu yang berdekatan.
"Ini sudah yang ketiga kalinya. Pada kejadian kedua sekitar satu atau dua minggu lalu, pintunya dirusak sampai hilang. Padahal boks kontrol itu sudah kami lindungi dengan gembok dan pengaman ekstra, tapi pelaku selalu punya celah untuk menjebolnya," jelasnya.
Selain mengganggu kelancaran arus lalu lintas, padamnya lampu ini juga membahayakan pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan. Dishub mengaku "serba salah" karena pelaku sangat nekat merusak fasilitas publik meski pengamanan sudah ditingkatkan.
Simak Video "Video: Rombongan Kloter Pertama Haji Embarkasi Surabaya Tiba di Tanah Air"
(ihc/dpe)