Motor milik penghuni kos di kawasan Kampung Kue, Rungkut Lor, Surabaya raib digondol pencuri. Aksi terduga pelaku terekam kamera CCTV. Korban diketahui bernama Koko Agung Prastyo (31), warga Sekuning, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.
Koko mengaku menjadi korban pencurian sepeda motor setelah Honda Scoopy tahun 2018 warna putih hitam dengan nomor polisi AG 3329 FE miliknya hilang. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 03.50 WIB di Jalan Rungkut Lor II/14-B atau kawasan Kampung Kue Surabaya.
"Saat pulang kerja, motor saya parkir di teras rumah kos, keadaan terkunci stir," kata Koko, Sabtu (23/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koko menjelaskan, motor tersebut diparkir di depan teras rumah kos sejak Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Setelah itu, ia masuk ke kamar tanpa menaruh curiga.
Namun saat keluar kamar kos pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, motor miliknya sudah tidak ada di tempat parkir. Padahal, saat itu ia hendak mendaftar sebagai driver ojek online.
"Untuk keperluan mendaftar ojol, pas keluar motor saya sudah tidak ada di tempatnya," imbuhnya.
Aksi terduga pelaku terekam CCTV rumah kos. Dalam rekaman itu, terlihat dua orang pria diduga terlibat dalam pencurian tersebut.
Berdasarkan rekaman CCTV, aksi pencurian berlangsung hanya dalam hitungan detik. Kedua terduga pelaku terlihat datang menggunakan sepeda motor Suzuki Satria sebelum beraksi.
Data dan informasi yang diperoleh detikJatim menyebutkan satu terduga pelaku mengenakan kaus putih dan berperan sebagai joki. Sementara seorang lainnya mengenakan jaket hoodie hitam serta helm hitam yang diduga berperan sebagai eksekutor.
Akibat kejadian itu, Koko mengaku mengalami kerugian sekitar Rp14 juta. Ia juga telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Rungkut Surabaya.
Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Rungkut Ipda Suyudi membenarkan adanya laporan tersebut.
"Sudah (membuat laporan polisi)," tuturnya.
Saat disinggung mengenai ciri-ciri terduga pelaku, modus yang digunakan, hingga rekam jejak pelaku, Suyudi menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman.
"Masih dalam penyelidikan," tutupnya.
