Kawasan Pasar Wonokromo, Surabaya, digegerkan oleh aksi perampokan bersenjata tajam pada Kamis (21/5/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Sebuah rumah milik bos toko emas yang dihuni oleh tiga karyawannya menjadi sasaran. Akibat peristiwa ini, ketiga penghuni rumah mengalami luka-luka akibat dianiaya pelaku sebelum barang berharga mereka digondol.
Pihak kepolisian dari Polsek Wonokromo hingga kini masih melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku yang diduga beraksi seorang diri tersebut.
Berikut adalah fakta-fakta lengkap terkait insiden perampokan di Jalan Pasar Wonokromo Nomor 7C tersebut:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Warga Dengar Jeritan Minta Tolong Korban
Melvi, salah seorang tetangga korban mengatakan sempat mendengar benturan keras dari dalam rumah korban, yang disusul dengan teriakan histeris meminta pertolongan.
"Katanya tadi orang-orang denger ada suara tok-tok keras terus kedengeran meme teriak minta tolong," ujar Melvi, Jumat (21/5/2026).
Warga yang mendengar keributan langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi dan menemukan para korban sudah dalam kondisi terluka memar di bagian wajah. Warga kemudian langsung menghubungi layanan darurat 112 dan kepolisian.
2. Pelaku Masuk dengan Bobol Genteng Kaca dan Bawa Pisau
Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Ipda Wasito Adi, membenarkan bahwa objek yang disasar bukanlah toko emas, melainkan rumah tinggal yang berada di dekat toko tersebut. Pelaku diduga kuat masuk dengan cara memanjat dan menjebol bagian atap melalui genteng kaca.
"Benar, bukan toko emas, tapi rumah dekat toko emas. Pelaku hanya satu orang membawa pisau (senjata tajam)," kata Wasito saat dikonfirmasi. Setelah masuk, pelaku sempat menyekap dan menganiaya para penghuni rumah agar bisa menguras harta benda.
3. Tiga Lansia Jadi Korban Penganiayaan
Ketiga korban yang berada di dalam rumah tersebut diketahui sudah berusia lanjut. Mereka yakni Untung (60), Tji Asmawati (60), Sioe Gim (70). Ketiganya merupakan karyawan sekaligus penjaga rumah milik bos toko emas tersebut.
Pascakejadian, polisi langsung membawa ketiga korban ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk menjalani visum. Pada Kamis siang, para korban sempat kembali ke lokasi kejadian sebelum akhirnya memutuskan untuk mengamankan diri ke rumah kerabat mereka.
4. Pelaku Ambil Barang Berharga Korban
Setelah melumpuhkan para korban, pelaku menggeledah isi rumah dan membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban dari dalam lemari.
"Barang yang diambil antara lain sepasang anting-anting, ponsel (HP), beberapa lembar mata uang Korea, serta satu buah kartu ATM," jelas Wasito.
5. Polisi Buru Pelaku Lewat Saksi dan CCTV
Saat ini, Polsek Wonokromo tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku. Selain menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa keterangan dari sejumlah saksi mata di sekitar lokasi, polisi juga mengamankan rekaman kamera pengawas.
"Kamera CCTV di sekitar lokasi juga dilakukan pengecekan untuk melacak jejak pelarian pelaku," pungkas Wasito.
