Perampokan dialami seorang bos toko emas di dekat Pasar Wonokromo, Jalan Pasar Wonokromo Nomor 7C, Surabaya pada Kamis (21/5/2026) dini hari. Pada saat kejadian perampokan, sekitar pukul 03.00 WIB, warga di sekitar rumah korban sempat mendengar suara gedor-gedor dan teriakan minta tolong.
Setelah mendengar suara keributan di jam ketika orang beristirahat itu, sebagian warga segera terbangun dan segera menuju lokasi rumah bos toko emas itu dan menemukan para penghuni sedang disekap serta mengalami luka-luka lebam di bagian wajah.
"Katanya tadi orang-orang dengar ada suara tok-tok keras, terus kedengaran Meme teriak minta tolong," kata Melvi, salah satu tetangga korban saat ditemui detikJatim pada Kamis sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada pun ketiga orang yang menjadi korban saat perampokan terjadi di rumah Bos Toko Emas itu adalah Untung (60), Tji Asmawati (60), dan Sioe Gim (70) yang sudah lanjut usia. Ketiga korban adalah penghuni pemilik rumah bos perhiasan di Wonokromo.
Diketahui bahwa pelaku sebenarnya hanya berjumlah satu orang. Pelaku itu juga tidak mengenakan topeng dan masuk ke dalam rumah dengan cara menjebol dan melubangi bagian genteng kaca.
Perampok masuk rumah bos toko emas di Wonokromo Surabaya dengan menjebol genting dari kaca. (Foto: Allysa Salsabillah Dwi Gayatri/detikJatim) |
"Malingnya katanya masuk dari genteng situ mbak, tadi bolong sekarang sudah dibenerin," katanya.
Mengetahui terjadinya perampokan itu, warga segera melapor ke 112 dan polisi langsung datang ke lokasi kejadian. Selain melakukan olah TKP, polisi juga menerapkan visum terhadap ketiga korban di RS Bhayangkara Polda Jatim.
"Tadi sekitar jam 11, mereka (para korban) sempat balik lagi ke sini, tapi sekarang sudah mengamankan diri ke rumah saudaranya katanya," katanya.
Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda Wasito Adi membenarkan kejadian tersebut. Dia menyatakan dari kejadian itu pelaku membawa sejumlah barang berharga milik korban seperti perhiasan dan sejumlah uang.
"Anting-anting, hape, beberapa lembar Uang Korea diambil dari lemari. Sama satu kartu ATM," kata Wasito.
Hingga saat ini polisi tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai peristiwa itu. Polisi juga telah memintai keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian. Bukan cuma itu, kamera CCTV di sekitar lokasi juga tengah dilakukan pengecekan.
(auh/dpe)

