Baru Bekerja, ART di Surabaya Curi Emas-Dolar Majikan

Baru Bekerja, ART di Surabaya Curi Emas-Dolar Majikan

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Kamis, 21 Mei 2026 09:50 WIB
Pelaku pencurian emas dan dolar saat di rumah korban.
Pelaku pencurian emas dan dollar saat di rumah korban/Foto: Tangkapan layar
Surabaya -

Seorang asisten rumah tangga (ART) di Surabaya diduga mencuri emas hingga dolar milik majikannya, Diah Lesti (32). Padahal, ia disebut baru saja bekerja.

Peristiwa itu terjadi di rumah korban, kawasan Jalan Legundi, Genteng, Surabaya. Mulanya, korban mencari ART lewat salah satu grup Facebook loker ART Surabaya.

Kemudian pelaku menghubunginya dan menyatakan siap bekerja. Usai ada kesepakatan, pelaku mulai bekerja pada Senin, (20/4/2026). Pelaku tiba sekitar pukul 07.00 WIB di rumah korban dengan mengendarai motor Honda Scoopy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Pelaku) ngaku namanya Nur, tapi mungkin ya bohong," ujar Diah, Kamis (21/5/2026).

ADVERTISEMENT

Kepada korban, pelaku mengaku merupakan warga Pasar Kembang. Setibanya di rumah korban, ia langsung bersih-bersih di dalam rumah dan kamar korban. Sedangkan korban berada di ruang tengah sedang menyuapi makan anaknya.

Setelah bekerja sekitar tiga jam, pukul 10.00 WIB pelaku pamit pulang untuk menjemput anaknya. Namun, pelaku tidak kembali ke rumah korban.

"Akhirnya saya cek kok ada yang hilang barangku. Jadi orangnya baru bekerja langsung mencuri emas batangan 10 gram dan uang dolar di kamar," jelas Diah.

Diah mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 30 juta karena tindakan pelaku.

"Kemudian saya cek juga di aplikasi GetContact ternyata banyak yang ngasih tag penipu (di nomor pelaku)," ungkapnya.

Korban menyebut seminggu setelah kejadian yang menimpanya, ternyata ada kejadian lagi dengan korban lain oleh pelaku yang sama. Korban mendapatkan informasi tersebut melalui komentar di Facebook.

Kasus pencurian itu pun telah dilaporkan ke Polsek Genteng. Pihak kepolisian juga telah melakukan olah TKP.

"Saya lapor, polisinya langsung ke sini olah TKP. Ternyata motor yang dipakai itu pelat nomornya palsu, terus nomor HP nya juga gak aktif," tutur Diah.

Sementara itu, Kapolsek Genteng Kompol Grandika Indera Waspada menyebut bahwa pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

"(Korban) sudah lapor dan ditangani, saat ini proses lidik," kata Grandika.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads