Diskumperindag Diperiksa soal Dugaan Pungli PKL Alun-alun Kota Batu

Diskumperindag Diperiksa soal Dugaan Pungli PKL Alun-alun Kota Batu

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Rabu, 20 Mei 2026 17:50 WIB
PKL Alun-Alun Kota Batu diduga jadi korban pungli hingga puluhan juta
PKL Alun-Alun Kota Batu diduga jadi korban pungli hingga puluhan juta. (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Batu -

Kepolisian masih terus mendalami dugaan pungutan liar (pungli) jual beli stan Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun Kota Batu. Polisi kini akan meminta keterangan kepada instansi terkait.

"Rencana selanjutnya klarifikasi ke instansi terkait yakni Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag)," ungkap Ps Kasi Humas Polres Batu IPTU M. Huda Rohman, Rabu (20/5/2026).

Huda mengatakan, sebelumnya Satreskrim Polres Batu telah meminta keterangan empat orang saksi. Terdiri dari tiga orang pedagang dan satu orang pembeli stan tapi belum berjualan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saksi pedagang yang kami kumpulkan sudah cukup," kata dia.

Sampai saat ini, Satreskrim Polres Batu masih mendapatkan barang bukti terkait dugaan pungli tersebut. Termasuk bukti transfer yang sebelumnya diungkapkan oleh beberapa pedagang.

ADVERTISEMENT

"Bukti transfer belum ditemukan, hanya ada surat pernyataan dukungan pedagang ke paguyuban. Sehingga belum ada temuan kuat dalam kasus pungli PKL Alun-alun Kota Batu," terang Huda.

Perlu diketahui, awal polisi mengendus adanya dugaan pungli jual beli stan sentra PKL ini bermula dari informasi yang diterima petugas. Di mana ada pungutan liar yang diminta kepada pedagang yang ingin menempati stan sentra PKL Alun-Alun Kota Batu.

Dari informasi itu, kepolisian dari jajaran Satreskrim Polres Batu mulai melakukan penyelidikan. Setelah kabar dugaan pungli mencuat, beberapa pedagang yang mengaku menjadi korban mulai angkat bicara.

Beberapa pedagang membenarkan terkait kabar soal pungli dan menyatakan memiliki bukti hasil transfer. Dalam kasus pungli itu, pedagang mengaku diwajibkan menyetor uang hingga belasan juta rupiah untuk mendapatkan slot berjualan di fasilitas umun tersebut.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads