Ramai Dugaan Korupsi Bagi-bagi Komisi Proyek KDMP di Kediri

Ramai Dugaan Korupsi Bagi-bagi Komisi Proyek KDMP di Kediri

Andhika Dwi - detikJatim
Senin, 18 Mei 2026 10:57 WIB
Percakapan diduga TNI dan ASN soal bagi-bagi komisi proyek KDMP di Kediri
Percakapan diduga TNI dan ASN soal bagi-bagi komisi proyek KDMP di Kediri/Foto: Tangkapan layar
Kediri -

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang diduga memuat percakapan terkait proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kediri. Video yang viral di platform X itu memicu sorotan publik karena diduga menyinggung pembagian komisi proyek hingga kualitas pembangunan.

Video tersebut diunggah akun "Sinyal Keras" pada Jumat (15/5/2026) dan ramai dibagikan warganet. Dalam rekaman yang beredar, tampak dua orang tengah berbincang menggunakan bahasa Jawa.

Salah satu pria terlihat mengenakan seragam loreng yang diduga anggota TNI, sedangkan seorang lainnya mengenakan pakaian dinas sipil yang diduga aparatur sipil negara (ASN).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Percakapan dalam video itu menyinggung proyek pembangunan puluhan titik KDMP di wilayah Kediri. Bahkan, muncul dugaan adanya korupsi dengan pembagian komisi proyek serta permintaan agar pembangunan tetap "aman" dan sesuai spesifikasi.

ADVERTISEMENT

"Iki lho bagianmu, komisi kanggo kowe karo komandan Kodimmu mergo wes wenehi aku proyek kopdes nang Kediri (Ini loh bagianmu, komisi untuk kamu dan Komandan Kodimmu soalnya sudah memberikan aku proyek Kopdes di Kediri)," ujar perempuan yang mengenakan baju ASN.

Kemudian disusul kalimat dari pria berbaju TNI yang mempertanyakan pembagian fee yang dinilai terlalu sedikit karena dia sudah memberikan proyek 60 titik kopdes.

"Yo wes sak munu sek, engkok sisahe aman (ya sudah segitu dulu saja, nanti sisanya aman)," timpal perempuan tersebut.

Narasi yang beredar di media sosial juga menyebut adanya dugaan proyek dikoordinasikan oleh oknum tertentu dan melibatkan pembagian keuntungan dari pengerjaan pembangunan KOPDES.

Tak hanya itu, publik turut menyoroti dugaan hasil pembangunan yang disebut tidak sesuai spesifikasi atau standar pekerjaan yang semestinya diterapkan.

Viralnya video tersebut langsung memantik beragam reaksi dari warganet. Banyak pihak mendesak agar dugaan penyimpangan proyek dan penggunaan anggaran segera diaudit secara transparan oleh aparat penegak hukum maupun instansi terkait.

"Usut dong siapa itu yang berdialog," tulis salah satu akun bernama Bahaudin.

Warganet menilai, program KDMP sejatinya ditujukan untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, program tersebut dinilai tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Sementara itu, Komandan Kodim 0809 Kediri Dhavid Nur Hadiansyah membantah isi video viral yang menyebut adanya dugaan jual beli dalam program KDMP di wilayah Kediri. Dandim menegaskan, informasi dalam video tersebut tidak benar atau hoaks. Klarifikasi itu disampaikan Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah.

"Tidak ada praktik jual beli titik KDKMP di wilayah Kediri Raya," tegas Letkol Inf Dhavid.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads