Tragedi Pulang Mendaki Pelajar Surabaya Tewas Tabrak Truk KDMP

Round Up

Tragedi Pulang Mendaki Pelajar Surabaya Tewas Tabrak Truk KDMP

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Minggu, 17 Mei 2026 08:49 WIB
Siswa SMA tewas tabrak truk KDMP sepulang mendaki di Mojokerto
Siswa SMA tewas tabrak truk KDMP sepulang mendaki di Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim
Mojokerto -

Perjalanan pulang usai mendaki Gunung Lorokan di Pacet, Mojokerto berubah menjadi tragedi bagi rombongan pelajar asal Surabaya. Seorang siswa kelas 1 SMA Kartika Wijaya tewas setelah motor yang dikendarainya menabrak truk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Jalan Raya Desa Awang-awang, Mojosari.

Korban berinisial FA (16), warga Wonokromo, Surabaya, diduga mengantuk saat perjalanan pulang usai camping bersama delapan temannya. Motor yang dikendarainya tiba-tiba oleng ke kanan dan menghantam truk bermuatan palet serta minyak goreng dari arah berlawanan.

Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, Sabtu (16/5/2026). Selain menewaskan FA, insiden tersebut juga membuat teman sekelasnya, SAF (16), yang dibonceng mengalami luka di bagian kaki dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga sekitar lokasi sempat dikagetkan suara benturan keras antara motor dan truk KDMP. Salah seorang saksi mata, Qodim, mengaku mendengar suara tabrakan cukup keras dari lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

"Tahunya dengar suara tabrakan motor lawan truk koperasi. Korban 2 orang laki-laki keduanya," kata Qodim, tukang tambal ban di dekat lokasi kecelakaan, Sabtu (16/5/2026).

Dari informasi yang dihimpun, truk KDMP jenis Mitsubishi Fuso Canter bernopol B 9913 XLZ saat itu melaju dari arah Mojosari menuju Pacet. Truk dikemudikan AY (42), warga Kecamatan Ngoro, Mojokerto.

Sementara Honda BeAT hitam bernopol L 3037 BBA yang dikendarai FA melaju dari arah berlawanan, yakni dari Pacet menuju Mojosari. Motor tersebut membawa dua pelajar SMA yang baru pulang mendaki Gunung Lorokan.

Sesampainya di lokasi kejadian, motor tiba-tiba bergerak ke kanan hingga menghantam sisi kanan truk. Sopir truk menduga pengendara motor kehilangan konsentrasi karena mengantuk.

"Yang bonceng sepertinya mengantuk, langsung oleng ke kanan menabrak samping kanan truk," terang pengemudi truk KDMP.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto Ipda Beni Hermawan membenarkan dugaan tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, polisi menduga pengendara motor mengalami kelelahan sepulang mendaki.

"Pengendara sepeda motor diduga mengantuk sehingga oleng ke kanan dan menabrak truk yang melaju dari arah berlawanan," jelasnya kepada wartawan, Sabtu (16/5/2026).

Akibat benturan keras itu, FA mengalami luka berat dan meninggal dunia saat dilarikan ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari. Sedangkan SAF mengalami luka di bagian kaki kanan dan kini masih menjalani perawatan.

"Temannya menjalani perawatan di IGD RSUD Prof dr Soekandar," tandasnya.

Sebelum kecelakaan terjadi, FA dan SAF diketahui mendaki Gunung Lorokan bersama tujuh teman lainnya sejak Jumat (15/5). Mereka camping semalam di kawasan Pacet sebelum akhirnya memutuskan pulang ke Surabaya pada Sabtu siang.

Salah seorang teman korban, MA (17), mengatakan rombongan mereka terbagi saat perjalanan pulang. Empat orang lebih dulu berangkat ke Surabaya sejak pagi, sementara lima lainnya pulang bersamaan siang hari.

Namun posisi motor MA berada beberapa kendaraan di belakang korban sehingga mereka tidak mengetahui detik-detik kecelakaan tersebut.

"Saya posisi di belakang, jarak sekitar 5 mobil karena saya tidak berani kencang. Sampai sini kok macet, ternyata ada kecelakaan. Dari jauh seperti teman kami, kami dekati ternyata benar," jelasnya.

Usai kejadian, polisi langsung melakukan olah TKP dan mengamankan sepeda motor korban serta truk KDMP sebagai barang bukti. Kasus kecelakaan maut ini kini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads