Polresta Malang Kota tengah memburu maling yang menusuk Mat Suhadi (52), seorang satpam, hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Polisi telah mengantongi ciri-ciri pelaku.
Ciri-ciri fisik diketahui polisi setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dekat Jembatan Amprong, Jalan Raya Cemorokandang, Kota Malang, pasca kejadian.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin mengungkapkan bahwa pelaku merupakan seorang laki-laki dengan perawakan tinggi besar, diperkirakan memiliki tinggi badan sekitar 175 sentimeter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat melancarkan aksinya, pelaku diketahui berambut pendek rapi dan mengenakan jaket berwarna abu-abu. Pelaku juga teridentifikasi mengendarai sepeda motor Yamaha Mio berwarna biru saat melarikan diri dari kejaran warga.
"Pelaku teridentifikasi melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi. Ciri-cirinya laki-laki, perawakan tinggi besar sekitar 175 cm, rambut pendek rapi, dan saat kejadian mengenakan jaket warna abu-abu," ujar Lukman kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Lukman juga menjelaskan bahwa insiden ini bermula saat pelaku kepergok melakukan pencurian kusen galvalum di kantor pemasaran perumahan Cemara Diamond Townhouse pada Sabtu (9/5/2026), malam.
Korban yang saat itu sedang berjaga berusaha menghalangi pelaku, namun nahas pelaku justru menghujamkan senjata tajam ke bagian perut korban.
"Untuk pelaku masih dalam pengejaran," tegas Lukman.
Korban yang mengalami luka berat di bagian perut sempat dilarikan ke RS dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, untuk mendapatkan perawatan.
Namun nyawa korban tidak tertolong. Mat Suhadi dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (10/5/2026), sekitar pukul 07.30 WIB akibat luka tusuk serius yang dideritanya.
Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa kusen galvalum hasil curian yang sempat ditinggalkan pelaku di sekitar lokasi kejadian.
Seperti diberitakan, Mat Suhadi (51), satpam perumahan Cemara Diamond Townhouse di Kota Malang meninggal usai menjalankan tugasnya. Suhadi mengembuskan napas terakhir setelah ditusuk saat mengejar dan berduel dengan komplotan maling.
Peristiwa bermula saat Suhadi, menerima laporan dari warga mengenai keberadaan dua orang mencurigakan Sabtu (9/5) malam. Tanpa ragu, Suhadi langsung mengecek ke lokasi.
Suhadi mendapati kantor pemasaran perumahan sudah dalam kondisi acak-acakan. Ia juga melihat adanya barang yang hilang berupa kusen bangunan. Menyadari ada pencurian, Suhadi langsung tancap gas mengejar pelaku yang mencoba kabur.
Aksi kejar-kejaran berakhir di Jalan Cemorokandang, tepatnya di dekat Jembatan Amprong. Suhadi berhasil mengadang para pelaku. Di sana, terjadi perkelahian sengit antara korban dan komplotan maling tersebut.
Nahas, karena kalah jumlah, Suhadi menjadi bulan-bulanan. Salah satu pelaku menghujamkan senjata tajam ke bagian perut korban hingga ia terkapar.
(auh/abq)
