Sosok Satpam Tewas Ditusuk Maling: Pagi Kuli, Malam Jaga Perumahan

Sosok Satpam Tewas Ditusuk Maling: Pagi Kuli, Malam Jaga Perumahan

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 11 Mei 2026 21:50 WIB
Harianto, anak korban, Mat Suhandi (51) satpam perumahan di Cemorokandang, Kota Malang yang meninggal ditusuk pencuri
Harianto, anak korban, Mat Suhandi (51) satpam perumahan di Cemorokandang, Kota Malang yang meninggal ditusuk pencuri (Foto: Muhammad Aminudin.detikJatim)
Malang -

Sosok Mat Suhandi (51), satpam perumahan di Cemorokandang, Kota Malang, yang tewas ditusuk maling, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Di mata sang anak, Harianto, ayahnya adalah sosok pejuang keluarga yang tak kenal lelah bekerja demi menghidupi istri dan ketiga anaknya.

Harianto bercerita bahwa keseharian ayahnya dipenuhi dengan kerja keras. Nyaris tak ada waktu bagi almarhum untuk beristirahat total.

Sejak pagi hingga sore hari, Mat Suhandi bekerja sebagai buruh bangunan, lalu menyambung perannya sebagai penjaga keamanan perumahan saat malam tiba.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehari-harinya kerja bangunan kalau pagi, sore istirahat makan dan lanjut malam jadi satpam," ungkap Harianto saat ditemui wartawan, Senin (11/5/2026).

Selain pekerja keras, almarhum dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan religius.

ADVERTISEMENT

Meski pendiam, Mat Suhandi disebut sebagai sosok yang hangat di dalam rumah dan memiliki jiwa sosial yang tinggi di lingkungan tempat tinggalnya.

"Bapak orangnya diam, enggak banyak bicara, tapi suka bergurau dan harmonis dengan keluarga. Sama tetangga juga baik, jiwa sosialnya tinggi," tutur Harianto dengan nada lirih.

Peristiwa tragis itu bermula pada Sabtu (8/5/2026) malam. Saat itu, Mat Suhandi menerima laporan dari warga terkait adanya orang mencurigakan yang membawa kusen jendela aluminium.

Merasa bertanggung jawab atas keamanan wilayahnya, ia bergegas melakukan pengecekan.

Dugaan itu benar, salah satu unit rumah contoh di perumahan yang masih dalam tahap pembangunan tersebut telah dibobol.

Saat itulah, aksi heroik Mat Suhandi berujung maut. Ia diduga diserang pelaku menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka parah di bagian perut dan kepala.

Dalam kondisi bersimbah darah, korban masih sempat berjalan kaki menuju rumah saudaranya yang berada di kawasan Jembatan Amprong untuk meminta pertolongan.

Sayangnya, saat pihak keluarga sampai di lokasi, kondisi pria berusia 51 tahun itu sudah kritis.

"Waktu saya sampai di rumah saudara, bapak sudah tidak sadar dan langsung dibawa ke RSSA," jelas Harianto.

Meski sempat menjalani tindakan operasi di RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang, nyawa Mat Suhandi tidak tertolong. Ia mengembuskan napas terakhir pada Minggu (10/5/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Kini, keluarga hanya bisa pasrah sembari berharap keadilan ditegakkan. Harianto meminta pihak kepolisian segera meringkus pelaku yang telah merenggut nyawa ayahnya tersebut.

"Harapan keluarga segera ketangkap pelakunya dan dihukum seberat-beratnya," pungkasnya.

Polisi sendiri mengungkapkan bahwa telah mengantongi ciri dan identitas kedua pelaku, penggerebekan telah dilakukan. Namun pelaku diketahui tak berada di rumahnya.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Rahmad Aji Prabowo mengatakan, bersama Polsek Kedungkandang terus melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Aji mengaku, pihaknya juga telah mengantongi identitas pelaku. Namun pihaknya gagal menangkap pelaku saat mendatangi rumahnya.

"Bersama tim Polsek Kedungkandang saat ini sedang berkolaborasi, sedang mendalami, melakukan penyelidikan terkait dengan keberadaan pelaku," ungkap Aji terpisah.

"Karena pelaku saat ini sudah diketahui identitasnya, namun saat kita datangi alamatnya, pelaku sudah tidak ada di tempat," sambungnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads