Akhir Hidup Satpam Pemberani di Malang Tewas Usai Berduel dengan Maling

Round Up

Akhir Hidup Satpam Pemberani di Malang Tewas Usai Berduel dengan Maling

Amir Baihaqi - detikJatim
Senin, 11 Mei 2026 09:32 WIB
Ilustrasi pembunuhan
Foto: (Getty Images/ilbusca)
Malang -

Mat Suhadi (51), satpam perumahan Cemara Diamond Townhouse di Kota Malang meninggal usai menjalankan tugasnya. Suhadi mengembuskan napas terakhir setelah ditusuk saat mengejar dan berduel dengan komplotan maling

Peristiwa bermula saat Suhadi, menerima laporan dari warga mengenai keberadaan dua orang mencurigakan Sabtu (9/5) malam. Tanpa ragu, Suhadi langsung mengecek ke lokasi.

Suhadi mendapati kantor pemasaran perumahan sudah dalam kondisi acak-acakan. Ia juga melihat adanya barang yang hilang berupa kusen bangunan. Menyadari ada pencurian, Suhadi langsung tancap gas mengejar pelaku yang mencoba kabur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi kejar-kejaran berakhir di Jalan Cemorokandang, tepatnya di dekat Jembatan Amprong. Suhadi berhasil mengadang para pelaku. Di sana, terjadi perkelahian sengit antara korban dan komplotan maling tersebut.

Nahas, karena kalah jumlah, Suhadi menjadi bulan-bulanan. Salah satu pelaku menghujamkan senjata tajam ke bagian perut korban hingga ia terkapar.

ADVERTISEMENT

"Dia ditusuk, cuma tidak tahu nusuknya pakai apa," ujar Ima, salah satu warga di Jalan Santoso, Senin (10/5/2026).

Saat duel berlangsung, sebenarnya ada sepasang pria dan wanita yang melintas menggunakan sepeda motor. Sang pria sempat berniat turun untuk membantu Suhadi yang sedang terdesak.

Namun, niat itu urung dilakukan karena dilarang oleh teman wanitanya yang merasa ketakutan. Meski begitu, saksi pria tersebut sempat mencoba mengejar pelaku saat mereka melarikan diri, namun kehilangan jejak.

Salah satu momen paling memilukan dengan luka terbuka di bagian perut dan berlumuran darah, Suhadi masih sanggup berjalan kaki menuju rumah keponakannya di Jalan Santoso untuk mencari pertolongan.

Ima, tetangga keponakan Suhadi menceritakan bahwa korban tiba sekitar waktu isya dalam kondisi sadar. Ia bahkan masih sempat terlihat berjalan kesana-kemari (riwa-riwi) dan mengambil air putih untuk minum sendiri sebelum akhirnya kondisinya merosot tajam.

"Meski perutnya berdarah-darah, dia sempat minum air putih sendiri sebelum akhirnya kritis saat petugas ambulans datang," kata Ima, Senin (11/5/2026).

Petugas ambulans segera melarikan Suhadi ke RSSA Saiful Anwar Malang. Tim medis sempat melakukan tindakan operasi darurat untuk menyelamatkan nyawanya. Namun, takdir berkata lain. Setelah berjuang melewati masa kritis, Mat Suhadi dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (10/5/2026) pagi.

Kini, kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memburu komplotan pelaku yang tega menghabisi nyawa sang garda keamanan perumahan tersebut.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin mengatakan bahwa tim gabungan dari Satreskrim dan Unit Reskrim Polsek Kedungkandang telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dekat Jembatan Amprong, Jalan Raya Cemorokandang.

"Pelaku teridentifikasi melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi. Ciri-cirinya laki-laki, perawakan tinggi besar sekitar 175 cm, rambut pendek rapi, dan saat kejadian mengenakan jaket warna abu-abu," ujar Lukman.



(irb/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads