Fakta baru terungkap dalam kasus tewasnya dua pria diduga akibat minuman keras (miras) oplosan di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Warga sekitar menyebut minuman yang dikonsumsi korban merupakan hasil racikan sendiri.
Salah seorang warga, Santoso, mengungkapkan, korban diduga mengkonsumsi miras sejak akhir pekan lalu. "Setahu saya, mereka sudah minum sejak Sabtu (2/5) sampai Senin (4/5). Jadi bukan sekali minum terus kejadian (tewas)," ungkapnya, Kamis (7/5/2026).
Santoso menceritakan kondisi para korban mulai mengkhawatirkan sejak Minggu (3/5) pagi. Saat itu, ia melihat ketiga pria tersebut sudah dalam kondisi mabuk berat di depan rumah kontrakan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Minggu pagi itu sudah tahu mereka mabuk, sampai tidur tergeletak di depan rumah kontrakannya, tapi masih bisa diajak bicara sedikit-sedikit," jelasnya.
Berdasarkan pengamatan warga, minuman yang dikonsumsi bukan merupakan produk legal, melainkan racikan sendiri atau oplosan. Santoso mengaku melihat cairan mencurigakan dalam wadah besar.
"Waktu itu saya lihat ada minuman warna cokelat keruh di galon air mineral, isinya hampir penuh. Baunya memang alkohol keras sekali," terang Santoso.
Ia menambahkan, aktivitas meracik miras ini disinyalir sudah menjadi kebiasaan para korban. Namun, warga tidak mengetahui pasti bahan apa saja yang dicampurkan ke dalam minuman tersebut.
Sebagai informasi, dalam kasus ini diketahui ada sebanyak tiga orang yang mengonsumsi miras bersama-sama. Mereka mengonsumsi miras di sebuah rumah kontrakan sekaligus home industry tempe di Jalan Sarimun, Desa Beji, Kecamatan Junrejo.
Dari tiga orang itu, dua diantaranya meninggal dunia berinisial KJ (36) dan IH (29). Sementara untuk satu orang lagi berinisial DW (40) saat ini tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Punten.
Saat ini, Satreskrim Polres Batu masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kematian. Polisi juga tengah mendalami kandungan zat kimia yang ada dalam sisa minuman korban.
