Geger Badut Penjual Balon Bunuh Mertua dan Lukai Istri di Mojokerto

Geger Badut Penjual Balon Bunuh Mertua dan Lukai Istri di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 06 Mei 2026 13:31 WIB
TKP pembunuhan mertua di Mojokerto
TKP pembunuhan mertua di Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim
Mojokerto -

Badut penjual balon, Satuan (40) tega membunuh mertuanya, Siti Arofah (53) dan melukai istrinya, Sri Wahyuni atau Yuni (35) di rumah kontrakan Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Puri, Mojokerto. Ia langsung kabur setelah melakukan kejahatannya.

Tetangga sebelah rumah korban, Nur Aidah (32) menuturkan, awalnya ia bertemu Siti sekitar pukul 08.00 WIB. Ketika itu, Siti datang ke rumah kontrakan putrinya, Yuni karena ada kurir paket.

Ia melihat kurir paket cash on delivery (COD) itu menunggu cukup lama di depan rumah Yuni. Sedangkan tidak ada seorang pun keluar dari rumah kontrakan di Dusun Sumbertempur, RT 2 RW 1 tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siti bisa melihat kurir paket karena rumahnya hanya sekitar 15 meter sebelah timur rumah Yuni. Sehingga ia bergegas mendatangi rumah putrinya tersebut. Ternyata, pintu depan dan belakang rumah kontrakan ini tertutup rapat.

ADVERTISEMENT

"Bu Siti kemudian lewat sebelah rumah saya untuk masuk lewat pintu belakang rumah putrinya. Setelah itu saya tinggal mandi, tidak dengar suara ribut sama sekali," terangnya kepada detikJatim di lokasi, Rabu (6/5/2026).

Beberapa saat kemudian, lanjut Aidah, ia menjumpai sudah banyak orang di rumah kontrakan Yuni. Saat itulah ia mengetahui kalau terjadi tragedi berdarah di dalam rumah kontrakan tersebut.

Menurutnya, Siti ditemukan tewas di dalam kamar rumah kontrakan Yuni akibat luka bacok pada leher dan perut. Sedangkan Yuni ditemukan di dalam kamar belakang yang terkunci. Kondisi dadanya berlumuran darah, serta wajahnya lebam-lebam.

"Pintu kamarnya sampai didobrak oleh pak RT dan warga lainnya. Kondisi Bu Yuni masih sadar, tapi sudah sulit ditanyai," jelasnya.

Ketua RT 2, Suroto menjelaskan, saat kejadian, ia memperbaiki salon di dekat rumah Yuni. Sekitar pukul 08.30 WIB, ia melihat suami Yuni, Satuan jalan kaki sambil terburu-buru meninggalkan rumah kontrakan. Seketika ia merasa curiga.

"Saya langsung lari ke rumahnya. Pintu depan terkunci, kata tetangga, dikunci dari luar, kunci dilempar ke dalam (oleh Satuan). Saya intip dari lubang angin-angin atas pintu, sudah ada genangan darah di ruang tengah rumah," ungkapnya.

Kecurigaan Suroto terjadi kekerasan di dalam rumah kontrakan Yuni pun menguat. Ia melapor ke tiga pilar Desa Sumbergirang. Begitu kepala desa, babinsa dan Bhabinkamtibmas tiba, mereka mendobrak pintu rumah kontrakan tersebut.

Saat itu, mereka menemukan Siti tewas bersimbah darah di dalam kamar rumah kontrakan. Siti merupakan mertua Satuan atau ibu kandung Yuni. Sedangkan Yuni ditemukan di dalam kamar belakang dalam kondisi terluka parah.

"Istrinya (Yuni) ditemukan di kamar belakang. Alhamdulilah bisa menyelamatkan Yuni yang saat ditemukan masih bisa bicara, langsung dibawa ke rumah sakit. Yang meninggal ini mertua pelaku," ujarnya.

Tim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan telah melakukan olah TKP di rumah kontrakan Yuni. Polisi juga menggali keterangan dari para saksi dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Aldhino membenarkan pelaku adalah mertua dan suami kedua korban. Menurutnya, Siti yang tewas di lokasi telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo untuk diautopsi. Sedangkan Yuni menjalani perawatan intensif di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

"Satu korban meninggal dunia, saat ini dalam proses autopsi untuk penyebab kematiannya," terangnya.

Aldhino juga membenarkan Satuan kabur setelah membunuh ibu mertua dan melukai istrinya. "Saat ini, pelaku masih dalam pengejaran oleh tim kami," tandasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads