Terungkap! Ini Identitas Pria yang Tewas Diduga Dibunuh di Wonokusumo Surabaya
Surabaya - Teka-teki identitas jasad pria yang ditemukan tergeletak bersimbah darah di kawasan Wonokusumo, Surabaya akhirnya terungkap. Korban diduga kuat merupakan korban pembunuhan.
Data yang dihimpun detikJatim, korban diketahui bernama Hasan (37), seorang wiraswasta kelahiran Sampang, 7 Mei 1989. Berdasarkan identitasnya, korban merupakan warga Dusun Tekap, Kelurahan Pandan, Kecamatan Omben, Sampang, Madura.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Mohammad Prasetyo, membenarkan identitas tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan serangkaian penyelidikan awal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim sudah mendatangi TKP, melakukan wawancara terhadap saksi-saksi, dan melakukan identifikasi terhadap korban," ujar Prasetyo kepada detikJatim, Rabu (29/4/2026).
Hingga saat ini, personel Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak masih bekerja ekstra untuk mengungkap tabir di balik kematian pria asal Pulau Garam tersebut. Polisi masih mendalami motif di balik dugaan pembunuhan ini.
"Masih kami dalami terkait penyebab kematian, motif, dan mengumpulkan bukti serta keterangan para saksi," tutur Prasetyo.
Selain melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), polisi juga tengah memburu terduga pelaku yang terlibat dalam aksi keji tersebut. Sejumlah barang bukti di sekitar lokasi penemuan jasad juga telah diamankan untuk memperkuat proses penyelidikan.
"Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lokasi untuk mengidentifikasi siapa saja terduga pelakunya," pungkasnya.
Sebelumnya, seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di kawasan Wonokusumo, Surabaya. Diduga, ia merupakan korban pembunuhan.
Data yang diperoleh detikJatim menyebut, peristiwa itu terjadi pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Tepatnya di Jalan Wonokusumo Jaya Pinggir RT/RW 016/011, Kecamatan Semampir, Surabaya.
Saat ditemukan, jasad tersebut tergeletak bersimbah darah. Petugas gabungan dari kepolisian hingga BPBD Linmas langsung mensterilkan lokasi untuk proses olah TKP.
(ihc/abq)
