Rumah Dokter di Sidoarjo Dibobol Maling, Emas 185 Gram Raib

Rumah Dokter di Sidoarjo Dibobol Maling, Emas 185 Gram Raib

Jihan Navira - detikJatim
Selasa, 05 Mei 2026 21:50 WIB
Polda Jatim mengembalikan emas milik Lucky yang sempat dicuri maling
Polda Jatim mengembalikan emas milik Lucky yang sempat dicuri maling. (Foto: Jihan Navira/detikJatim)
Surabaya -

Aksi pencurian rumah kosong yang diungkap Polda Jawa Timur pada Selasa (5/5/2026) turut menimpa seorang dokter di wilayah Porong, Sidoarjo. Salah satu korban, Lucky (35), mengalami kerugian besar setelah rumahnya dibobol saat ditinggal bekerja.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (6/4/2026). Saat itu, Lucky yang bekerja sebagai dokter beserta suaminya pergi bekerja sejak pagi hingga sore hari, meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

"Posisi rumah memang kalau siang sangat sepi. Kami berangkat kerja dari pagi sampai sore, jadi rumah kosong. Di atas jam 5 ke atas ya selalu ada orang," ujar Lucky.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, kondisi rumah baru diketahui telah dibobol saat dirinya pulang sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, pagar dan pintu rumah sudah dalam kondisi rusak dan terbuka.

"Pas pulang kerja, pagar dan rumah sudah terbuka, seperti dicongkel, bagian dalam rumah sudah berantakan," katanya.

ADVERTISEMENT

Pelaku diduga masuk melalui bagian belakang rumah. Di dalam rumah, sejumlah barang berharga yang disimpan di kamar utama raib digondol pelaku.

Lucky menyebut total kerugian mencapai sekitar 185 gram emas (emas antam dan perhiasan). Ia mengakui, barang berharga tersebut disimpan di dalam lemari tanpa sistem pengamanan yang memadai.

"Memang kesalahan kami juga, penyimpanannya tidak terlalu aman," ucapnya.

Korban juga mengungkapkan bahwa di rumahnya belum terpasang kamera pengawas (CCTV), meski sebelumnya sudah berencana untuk memasangnya.

"Di rumah memang belum ada CCTV, padahal sudah ada rencana pasang," tambahnya.

Sementara itu, CCTV di sekitar lingkungan rumah (lesehan cangkul) juga tidak aktif saat kejadian, sehingga menyulitkan pemantauan.

Lucky mengaku sempat mencurigai adanya keterlibatan orang dekat, mengingat dirinya pernah berganti-ganti asisten rumah tangga. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian memastikan tidak ada keterlibatan orang dalam.

"Awalnya sempat curiga ke orang-orang dekat, atau mungkin siapa yang mengarahkan kenapa harus ke rumah saya. Tapi dari kepolisian dipastikan tidak ada kaitannya," jelasnya.

Ia pun mengaku tidak menyangka rumah yang telah ditempatinya selama sekitar 10 tahun itu akhirnya menjadi sasaran pencurian.

"Selama ini aman-aman saja, baru kali ini terjadi. Mungkin sudah digambar ya, ngga nyangka sampai dimasukin orang, tapi ya wes namanya musibah," tuturnya.

Kasus yang dialami Lucky menjadi salah satu dari rangkaian pencurian rumah kosong yang dilakukan komplotan spesialis dan kini telah diungkap dan diamankan oleh Polda Jawa Timur.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads