Cinta segitiga diduga menjadi pemantik penusukan maut di Surabaya. Seorang pria 57 tahun tewas bersimbah darah di gang sempit kawasan Sencaki, sementara polisi memburu lebih dari dua terduga pelaku. Fakta demi fakta terungkap, termasuk hubungan dekat korban dengan salah satu pelaku yang ternyata berujung tragedi.
Seorang pria berinisial MJ (57) tewas usai menjadi korban penusukan di Jalan Sencaki Gang Pragoto 2, Simokerto, Surabaya, Kamis (23/4/2026) pagi. Korban mengalami luka tusuk di dada kiri dan ditemukan tergeletak bersimbah darah tak jauh dari rumah keluarganya.
Peristiwa berdarah itu diduga dipicu persoalan asmara yang berujung cekcok sejak Subuh.
Menurut keterangan adik sepupu korban, Iwan (34), keributan pertama pecah sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu korban disebut sempat terlibat perkelahian dengan pihak yang diduga berkaitan dengan pelaku utama.
"Awalnya sekitar Subuh sudah ada keributan. Sempat terjadi pemukulan, nggak tahu itu anaknya atau adiknya pelaku," ujar Iwan.
Konflik itu diduga berkaitan dengan satu perempuan yang melibatkan korban dan keluarga pelaku.
Setelah keributan pertama mereda, pihak yang terlibat sempat pergi. Namun sekitar pukul 06.00 WIB, mereka kembali datang bersama seorang pria yang dikenal dengan panggilan Man.
Berdasarkan keterangan saksi, pelaku diduga datang berkelompok.
"Informasinya ada empat orang pria, dua masuk ke dalam gang, dua lainnya menunggu di luar," ungkap seorang saksi yang enggan disebut namanya.
Tak lama berselang, penusukan terjadi. Korban roboh dengan luka tusuk di dada kiri.
"Korban langsung tergeletak, lalu pelaku kabur. Sepertinya penusukan di dada sebelah kiri menggunakan pisau," kata saksi.
Simak Video "Video: Cinta Berujung Petaka, Pria Tewas Usai Cekcok di Surabaya"
(irb/hil)