Cekcok Berujung Maut Tewaskan Pria di Surabaya Diduga gegara Asmara

Cekcok Berujung Maut Tewaskan Pria di Surabaya Diduga gegara Asmara

Jihan Navira - detikJatim
Kamis, 23 Apr 2026 12:30 WIB
Lokasi pembunuhan pria di Surabaya gegara masalah asmara
Lokasi pembunuhan pria di Surabaya gegara masalah asmara/Foto: Anastasia Trifena/detikJatim
Surabaya -

Persoalan asmara diduga menjadi pemicu penusukan maut yang menewaskan seorang pria berinisial MJ (57) di Jalan Sencaki, Gang Pragoto 2, Surabaya, Kamis (23/4/2026) pagi. Korban tewas setelah mengalami luka tusuk di dada usai cekcok yang disebut-sebut berkaitan dengan cinta segitiga.

Insiden berdarah itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Sebelum penusukan, keributan disebut sudah pecah sejak Subuh.

Berdasarkan keterangan Iwan (34), adik sepupu korban, cekcok bermula sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu korban terlibat perkelahian dengan seseorang yang diduga memiliki hubungan dengan pelaku utama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iwan menduga ada persoalan asmara yang melibatkan korban dengan keluarga pelaku. Konflik itu disebut berkaitan dengan satu perempuan yang identitasnya belum diketahui.

ADVERTISEMENT

"Awalnya sekitar Subuh sudah ada keributan. Sempat terjadi pemukulan, nggak tahu itu anaknya atau adiknya pelaku," ujar Iwan.

Setelah cekcok pertama, pihak yang terlibat sempat meninggalkan lokasi. Namun tak lama kemudian, pelaku kembali datang sekitar pukul 06.00 WIB.

Seorang pria yang dikenal dengan sebutan "Man" diduga tiba di lokasi bersama beberapa orang lainnya. Iwan menyebut jumlah pelaku kemungkinan lebih dari satu orang.

"Informasinya ada empat orang pria, dua masuk ke dalam gang, dua lainnya menunggu di luar," ungkap seorang saksi yang enggan disebut namanya.

Tak lama berselang, penusukan terjadi. Korban mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri dan ditemukan tergeletak bersimbah darah.

"Korban langsung tergeletak, lalu pelaku kabur. Sepertinya penusukan di dada sebelah kiri menggunakan pisau," kata saksi.

Korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara pelaku melarikan diri usai penusukan.

Kasus ini kini dalam penanganan kepolisian. Polisi masih menyelidiki motif pasti penusukan, termasuk mendalami dugaan persoalan asmara yang disebut menjadi pemicu aksi berdarah tersebut.




(dpe/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads