Unesa Amankan Joki UTBK Prodi Kedokteran, Pelaku Diserahkan ke Polisi

Unesa Amankan Joki UTBK Prodi Kedokteran, Pelaku Diserahkan ke Polisi

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 21 Apr 2026 19:24 WIB
Kertas ujian di atas meja. Di sebelahnya, terdapat pensil berwarna oranye siap pakai.
Ilustrasi (Foto: Andy Barbour/Pexels)
Surabaya -

Hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT 2026 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) diwarnai aksi kecurangan. Panitia berhasil mengamankan seorang joki yang mencoba mengelabui petugas dengan dokumen palsu pada sesi pertama ujian, Selasa (21/4/2026).

Temuan ini bermula dari kecurigaan pengawas pada sesi ujian pukul 06.45-10.30 WIB. Melalui sistem pengawasan berlapis, panitia mencium adanya ketidakberesan pada dokumen yang dibawa salah satu peserta di prodi favorit.

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, mengungkapkan bahwa praktik perjokian ini melibatkan pemalsuan dokumen tingkat tinggi, mulai dari ijazah hingga dokumen kependudukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil verifikasi menunjukkan terdapat kesamaan nama antara ijazah asli dan dokumen yang digunakan peserta. Namun, ditemukan perbedaan mencolok pada foto. Ini mengindikasikan ijazah yang digunakan bukanlah ijazah asli," ujar Martadi.

ADVERTISEMENT

Untuk membongkar modus ini, tim Unesa bahkan langsung menghubungi pihak sekolah asal peserta untuk meminta data pembanding. Setelah dikirimkan salinan ijazah asli, barulah terungkap bahwa sosok yang duduk di ruang ujian bukanlah pemilik ijazah yang sebenarnya.

Meski kecurangan terdeteksi di tengah ujian, panitia tetap menjalankan prosedur yang terukur agar tidak mengganggu kondusivitas peserta lain. Pelaku tetap dibiarkan menyelesaikan ujian sebelum akhirnya diamankan.

"Peserta yang bersangkutan tetap mengikuti ujian hingga selesai, baru kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Langkah ini sesuai SOP agar tidak mengganggu peserta lainnya," tuturnya.

Martadi menyebut, prodi Kedokteran memang telah dipetakan sebagai titik rawan kecurangan secara nasional. Oleh karena itu, Unesa telah memperketat pengawasan mulai dari pemeriksaan badan hingga penggunaan atribut khusus.

"Kami sudah memetakan potensi sejak awal. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, tes pada program studi tertentu (kedokteran) memiliki risiko kecurangan yang lebih tinggi," jelas Martadi.

Atas temuan ini, pihak Unesa langsung berkoordinasi dengan panitia pusat UTBK-SNBT. Pelaku kemudian diserahkan ke aparat kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut terkait pemalsuan dokumen negara.

"Ini komitmen kami dalam menegakkan prinsip kejujuran dan keadilan. Integritas adalah prioritas utama kami dalam menyelenggarakan UTBK ini," pungkasnya.

Meski sempat diwarnai aksi perjokian, secara keseluruhan pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Unesa pada hari pertama dipastikan berjalan aman dan lancar.



(abq/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads