Copet Beraksi di Konser Slank Malang, 14 HP Hilang

Copet Beraksi di Konser Slank Malang, 14 HP Hilang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 20 Apr 2026 20:40 WIB
Konser Slank di Malang
Konser Slank di Malang/Foto: Istimewa
Malang -

Konser Slank di lapangan Rampal, Kota Malang, meninggalkan cerita duka. Belasan penonton mengaku jadi korban pencopetan.

Grup musik Slank manggung pada Minggu (19/4/2026), malam. Belasan penonton mengaku kehilangan ponsel saat menyaksikan konser telah melapor ke polisi.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin membenarkan banyak penonton menjadi korban pencopetan saat konser berlangsung. Pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait hal itu (copet), memang banyak penonton yang menjadi korban. Hingga siang ini, kami sudah menerima 14 laporan dengan para korbannya kehilangan HP," kata Lukman kepada wartawan, Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

Polresta Malang Kota mengimbau kepada masyarakat atau penonton yang menjadi korban agar melapor.

"Kami imbau masyarakat yang menjadi korban segera melapor. Setiap laporan yang kami terima akan langsung ditindaklanjuti," kata Lukman.

Adanya aksi copet saat konser Slank kemarin diungkap Andi. Ia menyatakan temannya seorang perempuan bernama Dewi telah kehilangan ponsel Iphone 12 senilai Rp 7 juta.

Andi mengaku, pelaku diduga memanfaatkan momen penonton tengah asyik menikmati lagu yang dibawa Kaka saat konser berlangsung

Saat itu, Andi tengah merekam suasana konser menggunakan ponselnya di tongkat swafoto, sementara ponsel korban disimpan di saku celana. Pelaku yang awalnya berada di sisi mereka diduga berpindah posisi ke belakang sebelum mengambil ponsel korban.

"Ketika penonton berjoget, pelaku bergerak ke belakang dan langsung mengambil HP yang ada di saku samping," ujar Andi menjelaskan.

Andi sempat berusaha mengejar, namun pelaku menghilang di tengah padatnya kerumunan penonton. Ia mengaku sempat melapor ke petugas keamanan di lokasi dan mendapati banyak penonton lain mengalami nasib serupa.

Para pelaku, kata Andi, diduga beraksi secara terorganisasi dengan memanfaatkan kepadatan massa dan minimnya ruang gerak penonton untuk menghindari kecurigaan.

"Kami sempat melaporkan kejadian ke petugas keamanan yang berjaga. Ternyata korbannya memang banyak dan semua kehilangan hp," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads