Pengedar 27 Kg Kokain 'Buggati' di Sumenep Disebut seperti 'Main Karambol'

Pengedar 27 Kg Kokain 'Buggati' di Sumenep Disebut seperti 'Main Karambol'

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Senin, 20 Apr 2026 13:30 WIB
Kapolda Jatim, Irjen Nanang Avianto dan barang bukti paket kokain yang ditemukan di Pasir Putih Kahuripan, Desa Gedugan, Giligenting, Sumenep
Kapolda Jatim, Irjen Nanang Avianto dan barang bukti paket kokain yang ditemukan di Pasir Putih Kahuripan, Desa Gedugan, Giligenting, Sumenep. (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto mengungkapkan, sejak beberapa waktu lalu menemukan narkoba berupa kokain di Sumenep pihaknya langsung membuka peta Jawa Timur. Analisis segera dilakukan untuk mengungkap metode peredaran kokain tersebut baik melalui udara, darat, maupun laut.

Menurut Nanang, di antara Provinsi Jawa Timur dengan Kalimantan ada jalur internasional yang bisa dilewati. Dia menyebutkan bahwa jalur internasional ini bisa saja menjadi bagian dari modus atau metode pembuangan kokain hingga ditemukan di Sumenep.

"Karena kalau kita lihat kalau lewat jalur udara, enggak mungkin. Kalau jalur bandara masuk pesawat pasti dia akan dicek dan pasti akan ketahuan. Kalaupun dilempar, itu juga hal yang tidak mungkin. Bisa saja tapi mungkin pesawat jenis tertentu," ujar Nanang, Senin (20/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetapi kalau lewat jalur laut, dilepas (metode ranjau), nah ini mungkin. Kami kemarin juga mau mengecek ini. Coba kami cek lagi dengan teliti. Begitu dilempar apa enggak ada titik petunjuknya sehingga nanti akan ada penerima? Tapi kami tetap cek dulu," tegas Nanang.

Kapolda Jatim juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan analisis mendalam tentang jalur peredaran narkoba melalui laut. Dia mengungkapkan bahwa temuan di Sumenep ini menurutnya mirip dengan kejadian di daerah Kepulauan Selayar. Dugaannya adalah paket narkoba itu terbawa arus laut.

ADVERTISEMENT

"Yang sejenis juga, Bugatti (kemasan yang digunakan untuk membungkus kokain) ini. Jadi mungkin itu tadi, kami enggak tahu arusnya ke mana. Sehingga mungkin yang masuk ke wilayah Sumenep karena proses terbawa arus tadi," ujarnya.

"Karena kalau kami lihat yang katanya di Masalembo sekarang ada di dekat dengan Sumenep. Ini lokasi (temuan) di Pulau Giligenting, enggak jauh dari Sumenep. Sedangkan Masalembo kan kemarin agak jauh, ya ini mungkin karena masalah arus laut saja. Jadi kalau lebih pakai tempat, ya kami tidak bisa menduga-duga," ujarnya.

Polisi dengan 2 bintang di pundaknya itu mengungkapkan sejumlah model skema yang telah dianalisis dan dipertimbangkan berbagai kemungkinannya oleh personelnya. Selanjutnya, dia akan mencoba membuat desain pengawasan yang berbeda untuk wilayah-wilayah yang mempunyai kepulauan seperti di Sumenep dan sekitarnya.

Meski begitu, Nanang menyatakan temuan kokain dengan dugaan metode dibuang di laut yang sedang dianalisis itu dia pastikan baru terjadi di Jatim. Karena itu ia memberikan atensi kepada seluruh jajaran untuk mendalami hal itu secara lebih detail.

"Ini baru. Nah, kami juga lagi mendalami, tentunya kami akan koordinasi dengan Direktur Reserse Narkoba, mana yang bisa menjadi tempat pemasaran ini? Karena dilihat-lihat kan ini barang yang berbeda dan mempunyai pasar yang berbeda," katanya.

Nanang menuturkan temuan kokain dalam kemasan berlogo Buggati (merek mobil asal Prancis) itu dinilai siap pakai. Menurutnya, cara bermain pengedar dilakukan dengan metode memantulkan bak permainan karambol.

"Kalau ini jelas barang sepertinya siap pakai dan tentu pasarnya selama ini tidak ada di wilayah Jatim. Jadi, mungkin sebagai tempat, apa namanya... pantulan. Ya istilahnya (dalam) permainan karambol itu, ngeban. Ngeban lewat sini terus habis itu mungkin akan dilempar ke satu tempat," ujarnya.

Hal senada disampaikan Direktur Resnarkoba Polda Jatim Kombes Kurniawan. Menurutnya, setelah melakukan pengecekan bersama Nanang dan jajaran, koordinasi langsung dilakukan. Dia menegaskan bahwa kokain yang ditemukan dalam kondisi siap pakai dan siap diedarkan.

"Kalau kami dengan Bapak Kapolda kemarin sudah ngecek lokasi langsung beliau juga memerintahkan saya untuk koordinasi dengan jajaran untuk melakukan pengamanan di perimeter-perimeter lokasi itu. Jadi terkait barang ini ini sudah siap pakai. Bukan barang baku lagi. Terkait kelanjutan penggunaan dan sebagainya akan kami dalami lagi," katanya.



(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads