Di balik drama "suami ternyata perempuan" yang menghebohkan di Malang, muncul narasi baru yang membalikkan posisi korban dan pelaku. Erfastino Reynaldi alias Yupi Rere akhirnya muncul memecah kesunyian dengan pengakuan yang menjungkirbalikkan tuduhan Intan Anggraeni.
Jika selama ini publik mengira Rey adalah penipu ulung yang lihai bersandiwara, Rey justru berupaya membalik citra itu dan mengeklaim bahwa sebenarnya dirinya yang terjebak dalam hubungan toksik dan terpaksa menikah di bawah tekanan.
"Saya sempat ajak selesai, tapi ada ancaman bunuh diri sampai ibunya pingsan," ungkap Rey.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rey mengungkapkan bahwa identitas aslinya sebagai perempuan bukanlah rahasia yang ia tutup-tutupi. Ia menyebut bahwa Intan sudah mengetahui siapa dirinya sejak awal mereka bertemu di bulan Februari, bahkan lingkungan pertemanan mereka pun mafhum akan status gender Rey.
Menurutnya, motivasi Intan untuk tetap menikah justru berakar dari trauma masa lalu dengan laki-laki asli, sehingga ia mencari kenyamanan pada sosok Rey yang dianggap bisa memperlakukannya dengan sangat baik.
"Dia yang mengajak menikah, karena mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari hubungan sebelumnya, dan bersama saya merasa diperlakukan seperti ratu," beber Rey.
Apa yang disampaikan Rey seolah ingin meruntuhkan narasi "malam pertama pahit" yang diceritakan Intan, sekaligus mengisyaratkan adanya kemungkinan bahwa laporan polisi itu muncul sebagai bentuk kekecewaan atau dendam setelah hubungan mereka retak.
Tak hanya soal asmara, Rey juga menangkis tuduhan kriminal terkait pemalsuan dokumen yang menjadi basis laporan di Polresta Malang Kota. Ia menekankan bahwa tidak pernah ada niat maupun tindakan memanipulasi KTP atau Kartu Keluarga demi menikahi Intan secara siri.
"Tidak ada pemalsuan. Identitas yang saya tunjukkan adalah asli. Kalau ada cetakan, itu justru dari dia sendiri yang fotokopi KTP saya," katanya.
Rey juga membantah isu dugaan perdagangan orang (TPPO) ke Kamboja yang sempat diembuskan pihak Intan. Rey menegaskan rencana keberangkatan mereka sebenarnya adalah untuk terapi cedera kaki Intan di Yogyakarta, bukan untuk tujuan gelap ke luar negeri.
Kini, bola panas ada di tangan penyidik Polresta Malang Kota yang sedang membedah keabsahan dokumen kependudukan milik Rey. Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin mengonfirmasi bahwa bukti berupa fotokopi KTP dan KK sedang diverifikasi ke dinas terkait.
(auh/dpe)
