Sebuah toko kue di Jalan Kedung Rukem 4 nomor 40 Surabaya jadi sasaran pembobolan. Pelakunya tak lain pria pelamar kerja yang ditraining. Pencurian ini viral karena video CCTV-nya kini beredar di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, terlihat aksi pekerja mengambil sejumlah barang berharga milik toko, tak hanya handphone tapi juga elpiji hingga mesin pembuat kue juga diembat.
Pelaku diketahui berinisial Dede (24). Aksi pria asal Tangerang saat menguras barang-barang toko ini sempat terekam kamera CCTV dan beredar viral di media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mita (45), karyawan toko menuturkan awalnya ia berkenalan dengan pelaku di sebuah platform lamaran kerja online. Di sana, ia mengajukan lamaran sebagai pegawai.
"Iya ada (ktp). Lewat aplikasi online itu, OLX kalau nggak salah. Itu, lowongan kerja (open recruitment lewat OLX)," ujar Mita, Selasa (31/3/2026).
Gayung bersambut, pelaku diundang untuk melakukan training di Surabaya. Pelaku selanjutnya datang ke Surabaya pada Jumat (27/3) dan langsung dijemput pemilik toko di Terminal Purabaya.
Setiba di toko, pelaku langsung melakukan training bahkan sempat melayani pembeli langsung setelahnya. Namun, siapa sangka, kebaikan pemilik justru dimanfaatkan pelaku untuk menggondol sejumlah benda berharga dalam stand kue itu. Mulai elpiji hingga galon raib yang dilakukan pada Sabtu (28/3).
"Itu (yang diambil), LPG 2 galon, LPG melon itu 2 tabung, sealer (mesin press ban), sama tablet (tab), dan uang tunai kurang lebih Rp 200 ribuan kalau nggak salah," ujarnya.
Mita menambahkan saat beraksi, toko dalam keadaan sedang tutup. Karena pegang kunci toko, pelaku leluasa menjarah barang-barang berharga toko meski ada kamera CCTV.
"Rolling door-nya itu dibuka separuh, dia keluarin gitu. Ya santai gitu, meskipun ada CCTV, keluarin itu LPG, sealer, kayak gitu. Ya dia sendiri," jelasnya.
Pencurian itu baru disadari karyawan dan pemilik toko keesokannya. Betapa kagetnya karena saat mengecek CCTV ternyata pelakunya pelamar kerjanya sendiri.
"Tahunya karena ngecek CCTV masuk ke HP, sekitar jam 07.00 WIB (ngecek ke lokasi), terus (pemilik) telepon, telepon saya itu. 'mbak, ternyata Dede perampok' gitu," tutur Mita.
(auh/abq)











































