Murid Dibanting Guru Ngaji di Probolinggo Jalani CT-Scan-Trauma Healing

Murid Dibanting Guru Ngaji di Probolinggo Jalani CT-Scan-Trauma Healing

M Rofiq - detikJatim
Rabu, 25 Mar 2026 20:21 WIB
Lokasi guru ngaji diduga membanting murid di Kota Probolinggo.
Lokasi guru ngaji diduga membanting murid di Kota Probolinggo. (Foto: Istimewa)
Kota Probolinggo -

Penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap MFR (9), siswa mengaji asal Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo dilanjutkan. Korban telah menjalani CT-Scan dan segera mendapatkan trauma healing.

Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polres Probolinggo Kota telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Probolinggo untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban.

Selain itu, korban juga direncanakan menjalani pemeriksaan CT-Scan bagian kepala akibat benturan lantai setelah dibanting ustadnya di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, guna memastikan kondisi kesehatan korban sekaligus melengkapi alat bukti penyidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus ini bermula ketika korban diduga dibanting guru ngajinya berinisial SHL setelah korban tidak sengaja menggores mobil milik seorang kiai berinisial AZK.

Ayah korban, Sulaiman, mengatakan petugas dari Dinsos Kota Probolinggo telah datang untuk memberikan pendampingan psikologis kepada anaknya yang masih mengalami trauma pasca kejadian.

ADVERTISEMENT

"Tadi ada dua petugas dari Dinsos Pemkot Probolinggo yang melakukan pendampingan ke anak saya. Katanya untuk trauma healing supaya anak saya bisa kembali ceria setelah mengalami trauma akibat kejadian tersebut," ujar Sulaiman saat ditemui detik jatim di Mapolres Probolinggo Kota, Rabu (25/3/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa penyidik bersama Dinsos akan membawa korban untuk menjalani CT-Scan pada bagian kepala guna memastikan dampak benturan yang dialami korban.

"Besok anak saya rencananya akan di-CT Scan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, didampingi polisi dan petugas Dinsos. Tujuannya untuk mengetahui apakah luka benturan di kepala itu berdampak ke saraf atau tidak, sekaligus untuk tambahan alat bukti kasus ini," tambahnya.

Sementara itu, Kasat PPA-PPO Polres Probolinggo Kota, AKP Rini Ifo Nila Krisna, membenarkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinsos untuk memberikan pendampingan kepada korban kasus kekerasan anak tersebut.

"Kami berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Dinsos Pemkot Probolinggo untuk pendampingan korban kasus kekerasan anak ini. Untuk hasil pendampingan bisa dikonfirmasi juga ke Dinas Sosial," ujarnya.

Selain pendampingan korban, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi untuk memperkuat alat bukti.

"Anggota sudah mendatangi TKP, melakukan dokumentasi lokasi kejadian serta kendaraan yang menjadi pemicu kejadian. Kami juga sudah memeriksa anak kiai yang menyaksikan sekaligus merekam kejadian, kiai pemilik mobil yang baru pulang dari umroh, serta saksi lainnya," jelasnya.

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian setelah video dugaan penganiayaan tersebut beredar luas dan memperlihatkan korban dibanting oleh terduga pelaku di dalam mushala tempat korban belajar mengaji.

Polisi memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan dengan melengkapi keterangan saksi serta alat bukti sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya terhadap terlapor.




(abq/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads