Polisi menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menjaga keamanan selama arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Timur. Salah satunya dengan menggelar Operasi Ketupat Semeru hingga penguatan pengawasan di sejumlah wilayah yang menjadi titik rawan kejahatan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Kombes Pol Widi Atmoko mengatakan dalam operasi itu pihaknya menurunkan satgas yang bertugas mengantisipasi potensi kejahatan selama musim mudik.
"Kalau kita bicara antisipasi saat ini, kepolisian menggelar Operasi Ketupat. Di bidang kami yang berkaitan dengan penegakan hukum, otomatis ada satgas yang tergabung di dalamnya," kata Widi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, polisi juga menggencarkan patroli atau hunting untuk mencegah tindak kriminal serta menyiagakan kring reserse yang disebar di seluruh wilayah Jawa Timur.
"Selain satgas itu juga ada kring reserse yang kita sebar di seluruh wilayah Jawa Timur untuk mengantisipasi kejahatan. Kring ini membuat kita mudah mengawasi semua kejahatan yang ada di wilayah karena tersebar di 39 kabupaten dan kota," ujarnya.
Di sisi lain, kepolisian juga memetakan sejumlah titik rawan kejahatan saat arus mudik Lebaran di Jawa Timur. Widi mengatakan lokasi yang ramai aktivitas masyarakat menjadi perhatian khusus aparat karena berpotensi menjadi sasaran pelaku kejahatan antara lain pusat perbelanjaan, tempat wisata, hingga rest area.
"Kejadian apa saja di mudik perlu saya sampaikan lebih detail karena ini penting. Titik rawan itu antara lain pusat perbelanjaan, pasar tradisional, tempat wisata, kemudian rest area tempat orang mudik," kata Widi.
Menurutnya rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya saat mudik juga menjadi sasaran yang sering dimanfaatkan pelaku kejahatan.
"Termasuk rumah yang ditinggalkan, kemudian kendaraan di tempat parkir, itu juga menjadi titik rawan yang perlu kita waspadai dan antisipasi," jelasnya.
Widi juga menyebut masyarakat perlu mewaspadai sejumlah lokasi seperti SPBU yang juga menjadi lokasi yang diwaspadai. Demikian juga tempat parkir kendaraan hingga toko emas yang masuk dalam daftar pengawasan polisi.
Selama arus mudik Lebaran, polisi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai jenis kejahatan konvensional yang masih dominan terjadi. Widi menyebut kejahatan yang paling sering ditemui adalah 3C yaitu pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
"Kalau kita lihat tren kejahatan yang dominan masih 3C, yaitu curat, curas, dan curanmor. Di situ tentunya ada yang menarik karena di dalamnya ada budaya masyarakat yaitu petasan, tapi di sisi lain ada yang berkaitan dengan bahan peledak yang sudah banyak contoh korbannya," ujarnya.
Selain itu, aparat kepolisian juga mengantisipasi potensi premanisme seperti kenaikan tarif parkir liar di sejumlah lokasi wisata yang biasanya ramai saat libur Lebaran.
"Karena kalau bicara mudik ini kan sesuatu yang khusus di mana begitu banyak masyarakat memanfaatkan momen, harus pulang, harus mudik. Tapi di sisi lain ada pelaku kejahatan yang istilahnya 'mumpung lebaran' jadi mereka mencari keuntungan dengan cara menaikkan tarif, itu juga harus kita tangani," pungkas Widi.
(auh/dpe)











































