Aksi pelecehan seksual 'begal payudara' kembali terjadi di Surabaya. Seorang perempuan berinisial AS (24) menjadi korban saat berada di kawasan Jalan Kutai, Darmo, Wonokromo, Surabaya pada Rabu (11/2/2026) malam. Kasus ini baru viral belakangan ini setelah korban mengunggah foto pelaku dan kronologi kejadian di akun TikTok pribadinya, Sabtu (7/3/2026).
Korban bukan berasal dari Surabaya. Ia merupakan warga Malang yang tengah berkunjung ke Surabaya untuk bekerja dan berencana menemui rekannya di malam hari.
"Kebetulan paginya saya ada kerjaan di Surabaya. Malamnya bingung mau ke mana akhirnya memutuskan ngopi bareng teman," ujar AS dikonfirmasi detikJatim, Rabu (11/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di unggahan pribadinya, korban bercerita bahwa malam itu ia membonceng temannya untuk mencari kafe di kawasan Darmo sekitar pukul 19.30 WIB. Sesampainya di lokasi, kafe yang menjadi tujuan mereka ternyata tutup sehingga keduanya berhenti sejenak di pinggir jalan untuk mencari referensi tempat lain.
Saat itu, AS yang mengendarai sepeda motor masih berada di atas kendaraan, sementara temannya turun untuk memastikan kondisi kafe. Di saat bersamaan, seorang pria yang mengendarai sepeda motor terlihat berada di belakang mereka dengan gerak-gerik mencurigakan.
Menurut AS, pria tersebut tampak melihat ke kanan dan kiri seperti memperhatikan situasi sekitar. Awalnya ia dan temannya mengira pria tersebut hendak menanyakan sesuatu.
Namun, ketika temannya hendak kembali naik ke sepeda motor, pria tersebut tiba-tiba maju mendekati korban. Tanpa diduga, pelaku langsung meraba bagian sensitif tubuh korban.
"Pas temanku mau naik motor, orang itu maju ke depan arahku sambil langsung pegang (bagian sensitif)," urai AS terbata-bata di unggahannya.
Teman korban yang melihat kejadian itu sontak berteriak dan AS menggeber gas motornya untuk mengejar pelaku.
Saat dikejar korban, pelaku sempat terjebak antrean kendaraan di lampu merah kawasan Jalan Kutai. Dalam momen tersebut, teman korban berhasil merekam wajah pelaku yang terlihat jelas karena tidak mengenakan masker.
Pelaku terlihat mengendarai sepeda motor bebek yang diduga berjenis Honda Supra X 123 dengan pelat nomor berawalan huruf S.
Pria tersebut tampak mengenakan sweater abu-abu, celana panjang warna senada, membawa ransel hitam, serta memakai helm half face yang kemudian langsung ditutup begitu pelaku tahu bahwa dirinya sedang direkam.
Sepanjang video, terdengar korban dan temannya berteriak dan berulang kali memaki pelaku yang berusaha melarikan diri dengan kencang. Meski begitu, tidak ada satupun warga sekitar yang membantu korban untuk mengejar pelaku.
Akhirnya, korban tidak berhasil menemukan jejak pelaku saat sampai di kawasan Kebun Binatang Surabaya (KBS).
"Saya padahal sudah sampai teriak begal, minta tolong juga nggak ada yang bantuin. Kehilangan jejaknya di daerah KBS, kakak," ujar AS kecewa.
Kejadian tersebut langsung dilaporkan AS ke Satuan Reserse Perlindungan Perempuan Anak dan Pencegahan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polrestabes Surabaya.
Namun hingga saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan karena motor yang digunakan saat kejadian diduga bukan motor milik pelaku. Kejadian tersebut membuat AS trauma. Terlebih saat itu, ia maupun temannya menggunakan pakaian tertutup.
"Padahal aku nggak pakai pakaian yang ketat dan pun temanku itu juga nggak pakai pakaian ketat. Kita semua pakaiannya itu yang benar-benar panjang, yang benar-benar nutupin semua," ucapnya.
Karena itu pula , ia baru berani mengunggah kejadian itu di media sosialnya dan menjadi viral hingga ditonton lebih dari 350 ribu kali hingga hari ini, Rabu (11/3/2026).
"Saya baru berani upload dikarenakan sepertinya polisi kesusahan untuk mencari wajah pelakunya karena motor bukan milik pelaku. Di sisi lain agar para cewek-cewek di luar sana bisa lebih waspada dan was-was dengan orang tersebut, kak," pungkasnya.
(auh/hil)











































