Awal Terbongkarnya Kasus Balita Tewas Dihajar Ayah di Sidoarjo

Round Up

Awal Terbongkarnya Kasus Balita Tewas Dihajar Ayah di Sidoarjo

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Senin, 09 Mar 2026 11:15 WIB
Tiny little cute baby foot under pink blanket.
Ilustrasi balita meninggal dunia/Foto: Getty Images/iStockphoto/muratkoc
Sidoarjo -

Peristiwa tragis mengguncang warga Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. Seorang balita perempuan berinisial R (3,5) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh ayah kandungnya sendiri.

Kasus ini menggegerkan warga sekitar setelah korban ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka memar di tubuhnya.

Kapolsek Balongbendo Kompol Sugeng Sulistiyono mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterima polisi, dugaan kekerasan terhadap korban mulai terjadi pada Kamis (5/3/2026) sore. Setelah itu, pelaku sempat meninggalkan korban sendirian di dalam rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keesokan harinya, kondisi korban memburuk. Balita tersebut diketahui mengalami kejang-kejang sebelum akhirnya meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari warga mengenai adanya balita yang meninggal dunia dalam kondisi mencurigakan pada Jumat (6/3).

Saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban, ditemukan sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuh balita tersebut.

"Terdapat luka memar di bagian dahi, bibir, dada, perut hingga paha korban," ungkap Sugeng kepada detikJatim, Minggu (8/3/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan polisi, ayah korban akhirnya mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap anaknya sendiri.

Penganiayaan tersebut dilakukan menggunakan tangan kosong.

Sementara itu, kondisi keluarga korban memang sudah tidak utuh sebelum peristiwa tersebut terjadi. Ibu korban diketahui telah meninggalkan rumah sekitar satu bulan sebelum kejadian.

"Informasinya ibu korban sudah meninggalkan rumah sekitar satu bulan lalu, sehingga di rumah hanya ada korban dan ayahnya," kata Sugeng.

Menurut Sugeng, pelaku diduga memiliki sifat temperamental atau mudah marah. Kondisi itu juga diduga menjadi salah satu penyebab keretakan rumah tangganya hingga istrinya memilih meninggalkan rumah.

"Diduga pelaku ini pemarah atau gampang marah (temperamental), bahkan istrinya sendiri meninggalkan rumah," jelasnya.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek Balongbendo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara detail rangkaian peristiwa yang menyebabkan balita tersebut meninggal dunia.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads