Seorang balita perempuan berinisial R (3,5) asal Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan ayah kandungnya sendiri. Peristiwa tragis ini menggegerkan warga sekitar.
Kapolsek Balongbendo Kompol Sugeng Sulistiyono mengatakan, kondisi keluarga korban memang sudah tidak utuh sebelum kejadian tersebut. Ibu korban diketahui telah meninggalkan rumah sekitar satu bulan lalu.
"Informasinya ibu korban sudah meninggalkan rumah sekitar satu bulan lalu, sehingga di rumah hanya ada korban dan ayahnya," kata Sugeng kepada detikJatim, Minggu (8/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sugeng, pelaku diduga memiliki sifat temperamental atau mudah marah. Kondisi itu juga diduga menjadi penyebab keretakan rumah tangganya hingga istrinya memilih meninggalkan rumah.
"Diduga pelaku ini pemarah atau gampang marah (temperamental), bahkan istrinya sendiri meninggalkan rumah," jelasnya.
Sugeng menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang diterima polisi, korban diduga mulai mengalami kekerasan pada Kamis sore. Setelah itu, pelaku sempat meninggalkan korban sendirian di dalam rumah.
Keesokan paginya, korban diketahui mengalami kejang-kejang hingga akhirnya meninggal dunia.
Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari warga mengenai adanya balita yang meninggal dunia dalam kondisi mencurigakan pada Jumat (6/3).
Saat dilakukan pengecekan terhadap jenazah korban, petugas menemukan sejumlah luka memar di tubuh korban.
"Terdapat luka memar di bagian dahi, bibir, dada, perut hingga paha korban," ungkap Sugeng.
Dari hasil pemeriksaan awal, ayah korban mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap anaknya menggunakan tangan kosong.
Saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Balongbendo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.
(auh/hil)
