Mayat Ibu dan Anak di Jombang Sebelumnya Dilaporkan Hilang

Mayat Ibu dan Anak di Jombang Sebelumnya Dilaporkan Hilang

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 25 Feb 2026 21:05 WIB
Proses evakuasi mayat ibu dan anak di bekas bangunan Aspol Ploso, Jombang
Proses evakuasi mayat ibu dan anak di bekas bangunan Aspol Ploso, Jombang (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Polisi menduga kuat 2 mayat di kolam bekas asrama polisi (aspol) Dusun/Desa Rejoagung, Ploso, Jombang, adalah ibu dan anak asal Nganjuk. Suami korban melaporkan istri dan putrinya hilang sejak kemarin.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander menjelaskan, untik mengidentifikasi 2 mayat ini, pihaknya berbekal temuan sepeda motor Yamaha Vega nopol AG 5053 WO. Motor bebek warna hitam ini ditemukan di pintu masuk bekas aspol.

"Di TKP tadi kami temukan sepeda motor, setelah kami selidiki, kami dapat suami jenazah tersebut," terangnya kepada wartawan di kamar jenazah RSUD Jombang, Rabu (25/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mayat ibu dan anak diduga berinisial SY (36) dan NCQ (5), warga Desa Balonggebang, Gondang, Nganjuk. Menurut Dimas, 2 hari lalu, suami korban melaporkan hilangnya istri dan putrinya tersebut.

Sang suami juga menerangkan kalau istri dan putrinya meninggalkan rumah pagi hari mengendarai sepeda motor Yamaha Vega hitam. Yaitu motor yang ditemukan di pintu masuk gedung bekas aspol, Dusun/Desa Rejoagung.

ADVERTISEMENT

"Namun, secara ilmiah belum bisa kami dapatkan identitas. Dugaan kuat memang ini ibu dan anak, alamat Nganjuk," jelasnya.

Saat ini, jenazah ibu dan anak tersebut diidentifikasi di RSUD Jombang. Menurut Dimas, pihaknya masih berusaha mengungkap identitas kedua korban menggunakan Mambis. Sebab sidik jari kedua korban sudah rusak sehingga sulit terbaca.

"Sampai saat ini kami upayakan pembacaan sidik jari. Kalau tetap tidak terbaca, kami lakukan tes DNA atau data-data lain," ujarnya.

Saat ini, suami korban di kamar jenazah RSUD Jombang untuk membantu mengenali 2 mayat tersebut. Sedangkan autopsi menunggu tim dokter forensik.

Adik kandung SY, Marno Hidayat meyakini 2 mayat di bekas aspol ini merupakan kakak dan ponakannya. SY merupakan anak sulung dari 3 bersaudara asal Desa Jatiganggong, Perak, Jombang.

Menurutnya, SY menikah dengan Nur Yanto (38) sampai mempunyai 2 anak. Salah satunya NCQ (5) yang juga ditemukan tewas di bangunan bekas aspol. Sedangkan putra pertama mereka saat ini kelas 2 SMP.

Keluarga kecil ini tinggal di Dusun Balong Rejo, RT 34 RW 12, Desa Balonggebang, Gondang, Nganjuk. Yaitu kampung halaman Nur. Sehari-hari, SY menjadi buruh tani.

"Keyakinan dari motor yang ditemukan di lokasi, pelat nomornya dan ciri-ciri jenazah," ungkapnya di RSUD Jombang.

Marno membenarkan kalau kakak dan ponakannya meninggalkan rumah sejak Selasa (24/2) subuh. Kemarin pula ia membantu kakak iparnya melakukan pencarian keliling Nganjuk.

"Baru tadi siang suaminya melaporkan kehilangan karena menunggu 24 jam," tandasnya.

Sebelumnya, dua mayat perempuan ditemukan warga di bekas asrama Polri (Aspo) Dusun/Desa Rejoagung, Ploso, Jombang. Keduanya teridentifikasi bernama Sri Kusyanti (36), dan NCQ (5) asal Nganjuk.

Saat ditemukan, mayat berada di bagian kolam. Kedua mayat dalam keadaan tanpa busana dan sebagian kulitnya melepuh. Posisi kedua mayat miring sehingga saling berhadapan.

Ketua RT 3 Dusun Rejoagung, Zamroni menjelaskan, mayat perempuan dewasa dan anak ini ditemukan warga sekitar pukul 14.00 WIB. Kondisi kedua mayat tanpa busana.

"Ini asrama Polri yang sudah lama tidak dipakai. Kondisi mayat agak melepuh dan kayak belang-belang merah. Tidak ada yang kenal, sepertinya bukan warga sini," jelasnya kepada wartawan di lokasi, Rabu (25/2/2026).




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads