Tokoh adat masyarakat Tengger mengecam keras aksi pencurian tujuh koper milik wisatawan asal Thailand di kawasan Gunung Bromo. Mereka menilai, perbuatan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencoreng nama baik masyarakat Tengger yang selama ini menjaga nilai adat dan keramahan terhadap wisatawan.
Aparat kepolisian kini telah menangkap para pelaku pencurian yang terjadi pada Minggu (15/2/2026). Kasus ini mendapat perhatian luas karena menyangkut keamanan wisatawan asing yang berkunjung ke salah satu destinasi unggulan di Probolinggo.
Peristiwa pencurian itu terjadi di jalan depan Pendopo Sukapura atau sebelah kiri Museum Tengger, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Saat itu, rombongan wisatawan asal Thailand tengah bersiap melanjutkan perjalanan wisata ke kawasan Bromo. Namun, tujuh koper yang berada di dalam mobil Toyota Hiace dilaporkan hilang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Desa Ngadisari sekaligus tokoh adat masyarakat Tengger, Sunaryono menegaskan, aksi tersebut telah mencoreng nama baik masyarakat Tengger dan Indonesia di mata wisatawan asing.
"Pelaku selain bikin malu negara kita, juga merusak nama baik masyarakat Tengger yang bermukim di lereng Gunung Bromo," tegas Sunaryono saat dihubungi detikJatim, Senin (23/2/2026).
Sunaryono berharap, polisi segera membuka kasus ini secara transparan agar motif para pelaku bisa diketahui publik dan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
"Kami berharap segera polisi merilis kasus pencurian 7 koper ini secara terbuka, agar motif tindakannya jelas untuk mengantisipasi ke depannya. Dan pelaku meminta maaf secara resmi kepada warga Tengger Bromo, disaksikan perwakilan tokoh masyarakat Tengger," tambahnya.
Keberhasilan pengungkapan kasus ini mendapat apresiasi dari tokoh adat dan tokoh agama Hindu Tengger Bromo. Mereka menilai, langkah cepat kepolisian menjadi bukti keseriusan aparat dalam menjaga keamanan kawasan wisata.
Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif bersama Kasatreskrim AKP I Made Kembar Mertadana, Kapolsek Sukapura AKP Ardhi Bita Kumala, serta jajaran Polres Probolinggo bergerak cepat mengungkap kasus pencurian tersebut hingga para pelaku berhasil diamankan.
Sunaryono pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran kepolisian yang terlibat dalam pengungkapan kasus itu.
"Terima kasih kepada Bapak Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif, Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP I Made Kembar Mertadana, Kapolsek Sukapura AKP Ardhi Bita Kumala, dan seluruh jajaran anggota yang terlibat penangkapan pelaku pencurian 7 koper wisman asal Thailand ini," imbuhnya.
Kasus pencurian tujuh koper wisatawan Thailand ini sempat menjadi sorotan luas karena menyangkut citra keamanan wisata di kawasan Bromo. Masyarakat Tengger berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan nama baik Bromo tetap terjaga sebagai destinasi wisata unggulan.
(irb/hil)
