Kasus hilangnya tujuh koper milik wisatawan asal Thailand di kawasan wisata Gunung Bromo akhirnya menemui titik terang. Polisi menangkap pelaku pencurian yang sempat membuat geger warga dan pelaku wisata setempat.
Kapolres Probolinggo AKBP M Wahyudin Latif membenarkan bahwa pelaku sudah diamankan setelah dilakukan penyelidikan intensif oleh jajaran Polres Probolinggo.
"Pelaku sudah kami amankan," ujar Wahyudin dalam keterangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi terlebih dulu mengamankan pelaku pertama berinisial RH, warga Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo, pada hari Sabtu sore (21/2) sekitar pukul 16.00 WIB, di rumahnya.
Setelah petugas Resmob melakukan interogasi ke tersangka RH, dari pengakuan ada keterlibatan pelaku lain.
Akhirnya, unit Resmob Polres Probolinggo bersama Polsek Sukapura, sekitar pukul 17.00 WIB kembali mengamankan yang diduga ada keterlibatan pencurian 7 koper turis Thailand, yakni ED dan istrinya di rumahnya di Jalan Bogowonto, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo.
Saat ini, semua pelaku telah diamankan dan dibawa ke ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Probolinggo untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.
Pelaku diketahui merupakan warga setempat. Ia ditangkap setelah polisi melakukan pengembangan dari laporan korban, pemeriksaan saksi, serta penelusuran sejumlah barang bukti.
Penangkapan ini sekaligus menjawab kekhawatiran para pelaku usaha wisata dan masyarakat sekitar yang sempat cemas atas dampak kasus tersebut terhadap citra pariwisata Bromo.
Kasus ini bermula pada Minggu, 15 Februari 2026. Rombongan wisatawan asal Thailand berkunjung ke kawasan Bromo dan memarkir kendaraan mereka di depan Pendopo Sukapura, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Saat kembali ke kendaraan, mereka mendapati kondisi mobil sudah dalam keadaan berantakan. Tujuh koper yang sebelumnya berada di dalam kendaraan dilaporkan hilang.
"Saat dibuka, kondisi di dalam sudah berantakan. Koper yang semula tersusun rapi sudah acak-acakan. Setelah dicek, tujuh koper hilang," ujar Jhonni, agen travel yang mendampingi rombongan wisatawan tersebut.
Mobil tersebut dalam keadaan terkunci saat ditinggalkan. Namun ketika diperiksa, barang-barang milik wisatawan sudah tidak berada di tempatnya.
Salah satu koper sempat terlacak melalui GPS dengan titik terakhir terdeteksi di wilayah Kota Probolinggo. Namun saat ditelusuri, sinyal tersebut sudah tidak aktif dan koper tidak ditemukan.
Akibat kejadian itu, para wisatawan asal Thailand tersebut mengalami kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah karena di dalam koper terdapat barang-barang berharga seperti kamera, pakaian, dan perlengkapan pribadi.
(ihc/hil)











































