Seorang pelajar menjadi korban pembacokan yang dilakukan anggota gangster di Jalan Legundi, Krikilan, Driyorejo, Gresik. Pelajar tersebut diserang puluhan anggota gangster saat melakukan patrol sahur untuk membangunkan warga.
Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 02.45 WIB. Saat itu korban bersama teman-temannya menggelar tradisi membangunkan sahur.
Saat berada di SPBU Legundi, tampak sekitar 10 orang anggota gangster dengan mengendarai sepeda motor dan membawa senjata tajam berjalan dari arah Driyorejo menuju Krikilan. Tak berselang lama, kelompok gangster tersebut putar balik dan menyerang warga yang sedang melakukan patrol sahur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi gangster ini sebelumnya lewat. Melihat ada warga yang patrol sahur, gangster ini putar balik dan menuju ke warga yang berada di pom," kata salah satu warga, Ahmad Sakur kepada detikJatim, Minggu (22/2/2026).
Sakur menambahkan, sempat terjadi keributan antara warga dan kelompok gangster tersebut. Setelah membacok salah satu warga, anggota gangster tersebut melarikan diri ke arah Legundi.
"Ada satu korban terkena sabetan senjata tajam. Ada yang kena pukul juga. Setelah terjadi keributan, anggota gangster kembali ke arah barat," tambahnya.
Sakur menjelaskan, sebelum membuat onar, gangster tersebut sempat menghadang ambulance yang ia kendarai. Bahkan saat ia menghindari kelompok gangster tersebut, ia sempat di kejar hingga wilayah Sumput, Driyorejo.
"Sebelumnya itu saya di cegat pas lagi nyetir ambulans. Saya klakson tapi gak mau minggir akhirnya saya hindari dan terus berjalan. Tapi anggota gangster itu terus mengejar saya. Kemudian pas saya belok ke Desa Sumput udah gak dikejar," jelasnya.
"Kemungkinan setelah ngejar saya kembali mencari sasaran lain," pungkasnya.
Terpisah, Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram membenarkan adanya korban pembacokan. Namun pihaknya masih belum mengetahui apakah dilakukan oleh anggota gangster atau bukan.
"Belum tau gangster atau bukan. Korban sudah laporan ke Polres karena masih dibawa umur," kata Musihram.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Masih penyelidikan dan pemeriksaan," katanya singkat.
(auh/hil)











































