- 5 Fakta Kasus Siswi SMP Disekap dan Diperkosa di Gresik 1. Peristiwa Terjadi Februari 2025, Terungkap Januari 2026 2. Korban Pamit Pergi Bersama Teman Sekolah 3. Korban Disekap di Rumah Kosong di Driyorejo 4. Terduga Pelaku Disebut Anggota Gangster 5. Polisi Benarkan Laporan dan Lakukan Penyelidikan
Kasus dugaan penyekapan dan pemerkosaan terhadap seorang siswi SMP asal Surabaya menggemparkan masyarakat setelah orang tua korban melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Korban diduga disekap dan diperkosa oleh kakak kelasnya yang disebut sebagai anggota gangster di sebuah rumah kosong di Driyorejo, Gresik.
Peristiwa yang terjadi pada Desember 2025 itu baru terungkap pada Januari 2026 setelah pihak sekolah memanggil orang tua korban. Berikut sederet fakta dari kasus tersebut.
5 Fakta Kasus Siswi SMP Disekap dan Diperkosa di Gresik
1. Peristiwa Terjadi Februari 2025, Terungkap Januari 2026
Ayah korban berinisial CEY (44) mengungkapkan bahwa kejadian tersebut berlangsung pada 27 Desember 2025. Namun, keluarga baru mengetahui dugaan kekerasan seksual itu pada 15 Januari 2026 setelah pihak sekolah memanggil istrinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami pun percaya. Tapi sekitar tanggal 15 Januari 2026, istri saya dipanggil pihak sekolah. Dari sana kami tahu anak saya dilecehkan oleh kakak kelasnya," tutur CEY.
2. Korban Pamit Pergi Bersama Teman Sekolah
Pada hari kejadian, korban berpamitan kepada ayahnya untuk mengikuti kegiatan bakar-bakar bersama teman-temannya sepulang sekolah. Karena tidak menaruh curiga, CEY mengizinkan putrinya pergi.
"Pamitnya pergi bersama teman-temannya bakar-bakar sekitar pukul 2 siang. Karena memang waktu itu hari Sabtu saya beri izin," kata CEY kepada detikJatim, Sabtu (13/2/2026).
Namun hingga pukul 22.00 WIB korban tak kunjung pulang. Upaya menghubungi melalui WhatsApp tidak membuahkan hasil.
"Saya menunggu istri pulang bekerja untuk mencari keberadaan anak saya. Karena sampai pukul 10 malam, anak saya belum pulang," tambah CEY.
3. Korban Disekap di Rumah Kosong di Driyorejo
Menurut pengakuan korban kepada orang tuanya, ia diajak oleh kakak kelasnya berinisial GBA untuk berkeliling menggunakan sepeda motor. Bukannya menuju lokasi bakar-bakar, korban justru dibawa ke sebuah rumah kosong di Driyorejo, Gresik.
"Di sana anak saya diajak masuk ke rumah kosong dengan alasan mampir minum. Anak saya sempat menolak, tapi diancam tidak akan diantarkan pulang. Akhirnya anak saya pun masuk di ruang tamu," terang CEY.
Di lokasi itulah korban diduga disekap dan diperkosa. Bahkan saat ayahnya menelepon, pelaku disebut mengancam korban dengan senjata tajam agar tidak berbicara.
"Anak saya disekap dan diperkosa, saya nggak terima akhirnya saya lapor polisi," katanya.
4. Terduga Pelaku Disebut Anggota Gangster
CEY menyebut putrinya mengetahui bahwa pelaku merupakan anggota gangster saat berada di rumah kosong tersebut. Korban melihat banyak senjata tajam serta foto-foto pelaku membawa senjata.
"Pelaku ini kan anggota Gangster. Karena banyak sajam di rumah kosong itu kata anak saya. Ada foto-foto pelaku sedang bawa sajam gitu," ujar CEY.
5. Polisi Benarkan Laporan dan Lakukan Penyelidikan
Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik membenarkan telah menerima laporan tersebut dan kini tengah melakukan penyelidikan.
"Benar sudah kita terima laporannya. Saat ini sudah kita lakukan penyelidikan," kata Kanit PPA Sat Reskrim Polres Gresik Ipda Hendri Hadiwoso.
