Seorang siswi SMP menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan yang diduga dilakukan seorang anggota Gangster. Korban disekap dan diperkosa di sebuah rumah kosong di Driyorejo, Gresik.
Kepada detikJatim, ayah korban berinisial CEY (44) menceritakan kisah yang menimpa putrinya. Peristiwa itu terjadi pada 27 Desember 2025. Namun, apa yang terjadi pada putrinya itu baru terungkap 15 Januari 2026.
Peristiwa itu bermula ketika CEY yang merupakan warga Surabaya ini dipamiti putrinya yang hendak bakar-bakar bersama teman-temannya di sekolah. Tak menaruh curiga dia mengizinkan putrinya untuk pergi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pamitnya pergi bersama teman-temannya bakar-bakar sekitar pukul 2 siang. Karena memang waktu itu hari Sabtu saya beri izin," kata ECY kepada detikJatim, Sabtu (13/2/2026).
CEY menambahkan karena tak kunjung pulang hingga pukul 19.00 WIB dia mencoba menghubungi putrinya melalui sambungan WhastApp. Tetapi korban tak menjawab sambungan telepon sang ayah.
"Saya menunggu istri pulang bekerja untuk mencari keberadaan anak saya. Karena sampai pukul 10 malam, anak saya belum pulang," tambah CEY.
Setelah istrinya pulang sekitar pukul 23.00 WIB, CEY bersama istrinya mencari keberadan korban di rumah teman-teman korban hingga Lidah Wetan, Surabaya. Namun, korban tidak diketahui keberadaannya.
"Saya dan istri saya pun pulang dan kembali mencoba telepon anak saya. Malam itu sempat diangkat tapi nggak ada suaranya kemudian dimatikan. Pas saya telepon lagi nggak diangkat sampai tidak bisa ditelepon lagi," katanya.
Keesokan harinya, lanjut CEY, korban pulang sekitar pukul 08.00 WIB. Saat ditanya kedua orang tuanya, korban hanya menceritakan bahwa dirinya saat itu menginap di rumah temannya.
"Kami pun percaya. Tapi sekitar tanggal 15 Januari 2026, istri saya dipanggil pihak sekolah. Dari sana kami tahu anak saya dilecehkan oleh kakak kelasnya," tutur CEY.
Terduga Pelaku Anggota Gangster
CEY mengatakan bahwa putrinya telah disekap dan diperkosa oleh kakak kelasnya di SMP yang sama di Surabaya yang belakangan dia ketahui merupakan seorang anggota gangster. Dia mencari tahu soal pelaku setelah mendapat pengakuan dari putrinya.
Kepada CEY, korban pada akhirnya menceritakan bagaimana dirinya disekap dan diperkosa. Sabtu malam pada akhir Desember tahun lalu itu, korban diajak kakak kelasnya berinisial GBA untuk jalan-jalan dan bakar-bakar di rumah temannya.
Bukannya bakar-bakar, GBA mengajak korban berkeliling naik motor dengan tujuan yang tidak jelas. Hingga akhirnya korban diajak ke sebuah rumah kosong yang berada di Driyorejo, Gresik.
"Di sana anak saya diajak masuk ke rumah kosong dengan alasan mampir minum. Anak saya sempat menolak, tapi diancam tidak akan diantarkan pulang. Akhirnya anak saya pun masuk di ruang tamu," terang CEY.
Saat berada di dalam, terduga pelaku memberi ancaman kepada korban agar mau melayani nafsu bejatnya. Bahkan saat ia menelepon putrinya, pelaku mengancam korban dengan senjata tajam agar tidak mengatakan apapun jika ingin pulang dengan selamat.
"Anak saya disekap dan diperkosa, saya nggak terima akhirnya saya lapor polisi," katanya.
CEY mengatakan bahwa putrinya menceritakan, pada saat di rumah kosong itulah dia tahu bahwa pelaku yang merupakan kakak kelasnya itu merupakan seorang gangster. Di rumah itu ada sajam cukup banyak sajam yang disimpan, dan korban melihat foto-foto pelaku dengan sajam.
"Pelaku ini kan anggota Gangster. Karena banyak sajam di rumah kosong itu kata anak saya. Ada foto-foto pelaku sedang bawa sajam gitu," ujar CEY.
Kanit PPA Sat Reskrim Polres Gresik Ipda Hendri Hadiwoso membenarkan adanya laporan tentang penyekapan dan pemerkosaan seorang siswi SMP asal Surabaya di Gresik. Saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan pemeriksaan.
"Benar sudah kita terima laporannya. Saat ini sudah kita lakukan penyelidikan," kata Hendri.
(ihc/abq)











































