Sepekan Insiden Pacific 88, KSOP dan Polisi Masih Selidiki

Sepekan Insiden Pacific 88, KSOP dan Polisi Masih Selidiki

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Rabu, 11 Feb 2026 17:45 WIB
Kecelakaan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
Kecelakaan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya/Foto: Dok. Istimewa
Surabaya -

Tim gabungan masih menyelidiki penyebab insiden kapal Pacific 88 di Dermaga Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa saksi, berkoordinasi dengan ahli, serta menelusuri dugaan penyebab kejadian tersebut.

Kasat Patroli dan Penindakan KSOP Tanjung Perak Saiful mengatakan, pihaknya masih melakukan serangkaian penyelidikan. Saat ini, PPNS KSOP Tanjung Perak masih dalam tahap pengumpulan bahan dan keterangan.

"Masih proses lidik (penyelidikan). Nah ini kan kejadian kecelakaan kerja. Karena kapal tidak tenggelam, kalau kecelakaan kapal kan tenggelam, kandas, terbakar, kan gitu, itu pun juga akan dilihat-lihat lagi. Ini kan kapal miring, jadi ini masuk kategori kecelakaan kerja," kata Saiful saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (11/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saiful menjelaskan, fakta di lapangan menunjukkan adanya kontainer yang jatuh ke perairan Dermaga Jamrud. Pihaknya kemudian melakukan evakuasi dan pengamanan agar tidak membahayakan kapal lain di sekitar lokasi.

ADVERTISEMENT

"Mengapung terus diamankan biar nggak nubruk kapal-kapal itu, dipinggirkan. Tapi yang belum sempat diapung itu akhirnya lama-lama tenggelam di hari H itu kan. Banyak yang tenggelam, jadi kita fokus untuk evakuasi itu (kontainer yang tenggelam). Terus menjaga jangan sampai kapal miring terus tenggelam, nah itu yang kita intens di situ. Sampai dinyatakan clear," ujarnya.

Saiful memastikan, insiden tersebut bukan kecelakaan laut, melainkan kecelakaan kerja. Penyelidikan dilakukan berdasarkan Undang-undang Pelayaran.

"Tugas kami kan lebih luas. Ada terkait dengan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran. Cuma kita kan ada keterbatasan, kita kan terkait dengan Undang-Undang Pelayaran. Kalau dari Polres itu kan pidana, terkait adanya dugaan pidana umum," imbuhnya.

Namun demikian, Saiful mengaku belum mengetahui secara detail besaran kerugian maupun jumlah kontainer yang tenggelam. Proses penyelidikan dilakukan secara bertahap meski insiden telah berlangsung lebih dari sepekan.

"Sudah kita (penyelidikan) bertahap, sudah kita ambil keterangan (para saksi). Sampai kita melakukan survei perairan aja berapa kali, dua kali sampai tiga kali kita ini untuk memastikan (keamanan pelayaran dan keselamatan kerja pasca insiden Pacific 88) setelah semua kontainer ditemukan baik yang mengapung baik yang sudah tenggelam di dalam air," paparnya.

Saiful menambahkan, pihaknya juga berencana mengevaluasi aspek keselamatan kerja di wilayah kepelabuhan, mulai dari pekerja, kapal, hingga fasilitas pelabuhan.

Hal senada disampaikan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M Prasetyo. Ia menyebut penyelidikan masih terus dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi.

"14 orang yang sudah diperiksa," tuturnya.

Ia menegaskan, pihak kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan serta berkoordinasi dengan para ahli. "Kami masih perlu koordinasi dengan ahli," tutupnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads